Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Startup & Entrepreneurship

Kementerian Ekraf Buka Akses Pasar bagi 6 Startup Teknologi

16 Oktober 2026
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 2 mins read
startup teknologi Indonesia

Pengunjung pameran teknologi. (Foto: istimewa/ekraf)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Startup teknologi lokal membutuhkan lebih dari sekadar produk inovatif untuk mengembangkan bisnis. Akses ke jaringan industri, calon pembeli, dan mitra strategis juga menjadi faktor penting agar solusi yang mereka kembangkan dapat menjangkau pasar lebih luas.

Peluang memperluas pasar menjadi relevan di tengah perkembangan ekosistem startup Indonesia. Berdasarkan Global Startup Ecosystem Index 2026 yang dikutip dalam materi rilis, Indonesia menempati peringkat ke-45 secara global dan peringkat ketiga di Asia Tenggara, di bawah Malaysia dan di atas Thailand.

Untuk itu Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif membuka peluang  akses pasar bagi 6 startup binaan Direktorat Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan tampil di Paviliun Creative By Indonesia dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, pada 13–14 Oktober 2026 di Jakarta.

Direktur Jasa TIK Donny Harso mengatakan, partisipasi tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha di bidang jasa TIK dan subsektor ekonomi kreatif lainnya, termasuk untuk memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar global.

“Semua startup yang kami tampilkan di sini telah melalui tahap kurasi dan sebagian besar pernah mengikuti program fasilitasi Kementerian Ekraf/Badan Ekraf. Kami meyakini partisipasi dalam pameran ini akan semakin memperluas jaringan bisnis mereka,” ujar Donny dalam siaran pers, dikutip Jumat (16/10/2026).

Dalam pameran bertema AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise tersebut, 6 startup ini mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk dan solusi mereka kepada pelaku industri.

Setiap startup menempati booth di Paviliun Ekonomi Kreatif, memperoleh kesempatan melakukan presentasi di Innovation Stage, serta mengikuti sesi business matching dengan calon pembeli dan mitra potensial. Fasilitas ini membuka peluang bagi startup untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan kapabilitas teknologi, dan menjajaki kerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan solusi digital.

Salah satu peserta, Buraq Teknologi asal Aceh, menawarkan solusi remote AC Controller untuk mengendalikan operasional pendingin ruangan di kompleks bangunan secara terpusat. Dengan sistem tersebut, pengelola tidak perlu mendatangi setiap ruangan untuk mengendalikan AC.

Solusi ini ditujukan untuk membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional, terutama di sektor perkantoran, meskipun dapat pula diterapkan pada kompleks perumahan.

Founder Buraq Teknologi Firmansyah mengapresiasi langkah Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membuka akses pasar bagi startup jasa TIK. Ia juga menyebut produk yang ditawarkan perusahaannya mendapat animo tinggi dari pengunjung pameran.

“Kegiatan seperti ini cukup memberi kami peluang mempromosikan produk dan layanan kami, juga memberikan pengalaman baru,” ujar Firmansyah. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkesinambungan agar startup daerah memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.

Indonesia tercatat memiliki 1.724 startup aktif, setara dengan sekitar 17% dari keseluruhan startup di Asia Tenggara. Ekosistem teknologi nasional juga memiliki estimasi nilai mencapai US$75,3 miliar, dengan sembilan perusahaan yang meraih status unicorn maupun mencatatkan aksi likuidasi atau exit bernilai lebih dari US$1 miliar.

Namun, besarnya pasar dan nilai ekosistem tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam laju pertumbuhannya. Pertumbuhan tahunan ekosistem startup Indonesia tercatat sebesar 8,3% pada periode April 2025 hingga April 2026. Angka ini berada di bawah rata-rata global sebesar 26,6% dan rata-rata Asia Tenggara sebesar 33,6%.

Melalui program Creative By Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berupaya mempertemukan startup lokal dengan calon pembeli dan mitra strategis. Akses tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan jaringan, memperluas pasar, dan meningkatkan peluang pertumbuhan bisnis di tingkat nasional maupun global.

 

STEVY WIDIA

Tags: Buraq Teknologiekonomi kreatifekosistem startupIndonesia 4.0 Conference & Expo 2026Kemenekrafstartup Indonesia
Previous Post

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai

Related Posts

Alibaba.com CoCreate Pitch 2026
Startup & Entrepreneurship

Alibaba.com CoCreate Pitch 2026 Perdana di Indonesia, Akselerasi Startup Produk dan Ekspor Global

14 Oktober 2026
0
Accelerating Asia Ventures Pasar Startup Indonesia
Startup & Entrepreneurship

Accelerating Asia Ventures Soroti Dinamika Modal Ventura di Indonesia dan Asia Tenggara

13 Oktober 2026
0
SPUN Global Panorama JTB Tours
Digital Business

SPUN Global Bentuk Joint Venture Bersama Panorama JTB Tours untuk Digitalisasi Layanan Visa

12 Oktober 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

startup teknologi Indonesia

Kementerian Ekraf Buka Akses Pasar bagi 6 Startup Teknologi

16 Oktober 2026
Pembatalan transaksi e-commerce Indonesia Xendit

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai

15 Oktober 2026
Pertumbuhan kredit BCA 2026

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh Double Digit Lampaui Industri

15 Oktober 2026
e-commerce Asia Tenggara

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$400 Miliar pada 2031. Bagaimana Indonesia?

15 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
startup teknologi Indonesia

Kementerian Ekraf Buka Akses Pasar bagi 6 Startup Teknologi

16 Oktober 2026
Pembatalan transaksi e-commerce Indonesia Xendit

Xendit: 51% Konsumen Indonesia Batal Belanja Online Akibat Metode Bayar Tak Sesuai

15 Oktober 2026
Pertumbuhan kredit BCA 2026

Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh Double Digit Lampaui Industri

15 Oktober 2026
e-commerce Asia Tenggara

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diproyeksi Tembus US$400 Miliar pada 2031. Bagaimana Indonesia?

15 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version