AMD Kolaborasi dengan IBM dan ORNL, Integrasikan Komputasi Kuantum dan Klasik untuk Koreksi Kesalahan

AMD IBM ORNL komputasi kuantum

AMD Kolaborasi dengan IBM dan ORNL, Integrasikan Komputasi Kuantum dan Klasik untuk Koreksi Kesalahan (Foto: Istimewa/AMD)

youngster.id - Masa depan komputasi kuantum sangat bergantung pada kemampuan mengintegrasikan pemrosesan kuantum dan klasik dalam skala masif. Menjawab tantangan tersebut, AMD mengumumkan kolaborasi strategis melalui platform codesign baru untuk quantum error correction (koreksi kesalahan kuantum) yang dikembangkan bersama IBM dan Quantum Science Center di Oak Ridge National Laboratory (ORNL).

Inisiatif ini dirancang untuk menyediakan lingkungan bersama dalam mengevaluasi arsitektur, perangkat lunak (software), serta alur kerja yang krusial bagi pengembangan sistem komputer kuantum hibrida di masa depan.

Corporate Fellow and Head of Research & Advanced Development AMD, Ralph Wittig, menegaskan bahwa kemajuan komputasi kuantum tidak dapat dilepaskan dari peran penting komputasi klasik berskala tinggi (leadership-class).

“Membangun sistem kuantum yang bermanfaat membutuhkan kolaborasi antara komunitas komputasi kuantum dan klasik untuk bersama mengatasi berbagai tantangan desain sistem. AMD menghadirkan keahlian di bidang CPU, GPU, dan FPGA, mulai dari pengendalian waktu nyata hingga superkomputasi leadership-class. Bersama IBM, Oak Ridge, dan para mitra ekosistem kami, kami menerapkan pengalaman tersebut untuk mengembangkan dan menguji bagaimana prosesor kuantum, komputasi klasik, dan software dapat bekerja bersama dalam skala besar,” ujar Ralph, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Integrasi Sistem Kuantum IBM dan Superkomputer ORNL Berbasis AMD

Tahap pertama implementasi platform codesign ini akan memadukan komputer kuantum IBM—termasuk IBM Quantum Nighthawk dengan 120 qubit—bersama sistem HPC Umbra milik ORNL yang ditenagai oleh performa tinggi CPU AMD EPYC dan GPU AMD Instinct dalam satu ekosistem terpadu.

Integrasi ini menuntut penyelarasan berbagai kebutuhan pemrosesan dalam satu arsitektur hibrida secara komprehensif. Peran orkestrasi dan kinerja komputasi serbaguna diampu oleh CPU AMD EPYC untuk mengoordinasikan sistem hibrida yang kompleks. Sementara itu, GPU AMD Instinct bertugas mempercepat simulasi, optimisasi, serta komputasi ilmiah paralel yang mendasari beban kerja kuantum.

Dari sisi pemrosesan berlatensi rendah, AMD Versal Adaptive SoC memberikan kemampuan pengendalian, pembacaan hasil (readout), dan dekode yang dibutuhkan secara langsung di dekat prosesor kuantum.

Seluruh infrastruktur keras tersebut didukung oleh ekosistem open software ROCm yang membantu pengembang mengintegrasikan aplikasi High-Performance Computing (HPC) dan AI ke dalam lingkungan kuantum-klasik yang terpadu.

Kolaborasi ini turut mendukung Quantum Genesis Mission dari Departemen Energi Amerika Serikat (Department of Energy) yang menargetkan pencapaian komputer kuantum yang relevan secara ilmiah pada tahun 2028.

Rencana Pengembangan dan Integrasi dengan Superkomputer Lux SI OLCF

Pada fase pengembangan selanjutnya, platform codesign ini akan dihubungkan dengan Oak Ridge Leadership Computing Facility (OLCF). Fasilitas ini juga menjadi lokasi superkomputer baru ORNL, yakni Lux SI (Super Intelligence) + HPC, yang kembali mengandalkan performa CPU AMD EPYC dan GPU AMD Instinct.

Konektivitas tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan riset menuju sistem berskala penuh, guna mengeksplorasi bagaimana konvergensi antara komputasi kuantum, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan komputasi ilmiah dapat mempercepat penemuan riset masa depan sekaligus mendukung kemajuan teknologi global. (*AMBS)

 

Exit mobile version