Jumat, 9 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Ancaman Scam Berbasis AI Meningkat, 1 dari 7 Orang Pernah Jadi Korban

9 Oktober 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Ancaman Scam Berbasis AI Meningkat, 1 dari 7 Orang Pernah Jadi Korban

Peluncuran kerjasama GIA dan Bitdifender di Jakarta. (Foto: stevywidia/youngster)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ancaman penipuan digital semakin berkembang dan memanfaatkan berbagai kanal online untuk menjangkau korban. The Global Scam Intelligence Report 2026 dari Bitdefender, yang menganalisis pola penipuan digital sepanjang 2025, menyebutkan bahwa satu dari tujuh orang menjadi korban penipuan dalam satu tahun terakhir. Sementara itu, iklan penipuan di platform media sosial dan video menjangkau 60 juta orang.

Di Indonesia, ancaman serupa juga menjadi perhatian. Data Global Anti Scam Alliance (GASA) yang dikutip Bitdefender menunjukkan bahwa 66% orang dewasa di Indonesia pernah mengalami penipuan dalam satu tahun terakhir. Kondisi ini memperlihatkan pentingnya perlindungan data pribadi dan identitas digital seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang online.

“Masyarakat saat ini melakukan aktivitas perbankan, berbelanja, dan tetap terhubung dengan teman secara online, sehingga perlindungan terhadap data pribadi dan identitas menjadi semakin penting,” kata Jack Chok, Direktur PT Gema Informatika Abadi (GIA), dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Jack menyebutkan bahwa risiko keamanan siber juga terlihat dari kebiasaan pengguna dalam melindungi perangkat mereka. Dalam survei global terhadap 7.000 konsumen yang dikutip Bitdefender, sebanyak 48% responden mengaku tidak menggunakan solusi keamanan pihak ketiga pada ponsel mereka. Padahal, 53% menggunakan perangkat tersebut untuk aktivitas sensitif, seperti membayar tagihan dan berbelanja online.

Selain malware dan phishing, perkembangan kecerdasan buatan (AI) turut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat penipuan yang semakin meyakinkan. Teknik rekayasa sosial (social engineering) yang didukung AI dapat digunakan untuk memancing korban menyerahkan informasi pribadi atau mengakses tautan berbahaya.

Untuk memperluas akses perlindungan terhadap ancaman tersebut, GIA menjalin kemitraan distribusi eksklusif dengan perusahaan keamanan siber Bitdefender. Melalui kerja sama ini, seluruh portofolio produk konsumen Bitdefender akan tersedia di Indonesia melalui jaringan reseller PT GIA.

Jack mengatakan kemitraan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap solusi keamanan digital.

“Kemitraan dengan Bitdefender akan memberikan akses kepada masyarakat Indonesia terhadap perlindungan yang tepercaya dan canggih dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Rekam jejak inovasi Bitdefender serta kinerja keamanannya yang telah terbukti menjadikannya mitra ideal bagi kami dalam memperluas penawaran di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Business Development Manager, MEA & APAC Bitdefender, Julien Ribeyrolles, mengatakan Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia. Menurutnya, kombinasi teknologi perlindungan Bitdefender dan jangkauan distribusi PT GIA diharapkan membantu masyarakat menjaga keamanan aktivitas digital mereka.

“Perlindungan Bitdefender yang dipadukan dengan jangkauan PT GIA akan membantu jutaan masyarakat tetap aman di mana pun aktivitas digital mereka berlangsung,” katanya.

Melalui kemitraan tersebut, PT GIA akan mendistribusikan seluruh portofolio produk konsumen Bitdefender, mulai dari keamanan komputer dan perangkat mobile, perlindungan identitas dan privasi, hingga teknologi antipenipuan dan pendeteksi deepfake. Produk tersedia dalam paket untuk individu maupun keluarga.

Sales & Business Development SEA Bitdefender, Gary Khan, menyoroti risiko yang muncul seiring pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan siber. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku menjalankan kampanye penipuan yang meyakinkan dalam skala besar sekaligus menyebarkan malware.

“Pelaku kejahatan siber menggunakan AI untuk menjalankan kampanye penipuan yang meyakinkan dalam skala besar serta menyebarkan malware, sehingga konsumen menghadapi risiko yang semakin besar,” katanya.

Produk konsumen Bitdefender tersedia melalui PT GIA di berbagai toko fisik dan marketplace online di seluruh Indonesia. Melalui jaringan distribusi tersebut, kedua perusahaan berupaya memperluas akses konsumen terhadap perlindungan digital untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.

 

STEVY WIDIA

Tags: Artificial IntelligenceBitdefenderkeamanan siberpenipuan digitalperlindungan dataphishingPT GIAScam Online
Previous Post

PLN dan The Climate Group Jalin Kerja Sama Perkuat Ekosistem Energi Hijau Nasional

Next Post

79% Pesanan GrabFood Diawali Eksplorasi, Brand F&B Harus Menangkan Perhatian Konsumen

Related Posts

Ping Identity AI Indonesia
Technology

Ping Identity: 61% Konsumen Indonesia Terbuka Berikan Wewenang Kepada AI

8 Oktober 2026
0
startup AI akuisisi
Startup & Entrepreneurship

Startup AI Mulai Jadi Serial Acquirer: Dari OpenAI hingga Pemain Asia dan Indonesia

8 Oktober 2026
0
AI microinsurance Indonesia
Digital Business

Pasar Microinsurance Berbasis AI Indonesia Diproyeksi Capai US$1,1 Miliar pada 2031

7 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
GrabFood brand F&B

79% Pesanan GrabFood Diawali Eksplorasi, Brand F&B Harus Menangkan Perhatian Konsumen

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital

Tidak Dapat Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital

Huawei Perluas Pasar Wearable, GT 7 Series Andalkan Fitur Kesehatan dan Olahraga

Huawei Perluas Pasar Wearable, GT 7 Series Andalkan Fitur Kesehatan dan Olahraga

Discussion about this post

Recent Updates

Industri Pangan Indonesia

Masa Depan Industri Pangan Indonesia Bertumpu pada Riset dan Inovasi

9 Oktober 2026
Huawei Perluas Pasar Wearable, GT 7 Series Andalkan Fitur Kesehatan dan Olahraga

Huawei Perluas Pasar Wearable, GT 7 Series Andalkan Fitur Kesehatan dan Olahraga

9 Oktober 2026
OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital

Tidak Dapat Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital

9 Oktober 2026
GrabFood brand F&B

79% Pesanan GrabFood Diawali Eksplorasi, Brand F&B Harus Menangkan Perhatian Konsumen

9 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Industri Pangan Indonesia

Masa Depan Industri Pangan Indonesia Bertumpu pada Riset dan Inovasi

9 Oktober 2026
Huawei Perluas Pasar Wearable, GT 7 Series Andalkan Fitur Kesehatan dan Olahraga

Huawei Perluas Pasar Wearable, GT 7 Series Andalkan Fitur Kesehatan dan Olahraga

9 Oktober 2026
OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital

Tidak Dapat Disehatkan, OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital

9 Oktober 2026
GrabFood brand F&B

79% Pesanan GrabFood Diawali Eksplorasi, Brand F&B Harus Menangkan Perhatian Konsumen

9 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version