youngster.id - PT Toshiba Asia Pacific Indonesia (TAPI) menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi transisi energi dan optimalisasi potensi panas bumi di Indonesia. Melalui kombinasi teknologi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang teruji serta solusi digital canggih, Toshiba siap membantu operator meningkatkan kinerja operasional dan keandalan aset energi bersih nasional.
Hingga saat ini, teknologi Toshiba telah dipercaya menggerakkan delapan unit PLTP di Indonesia dengan total kapasitas melampaui 400 megawatt (MW). Portofolio tersebut mencakup berbagai proyek strategis, seperti PLTP Patuha I, Sarulla, Lumut Balai I, Dieng Small Scale Geothermal Power Plant, Wayang Windu III, hingga Patuha II.
“Energi panas bumi berperan penting mendukung transisi Indonesia menuju masa depan yang rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Presiden Direktur PT Toshiba Asia Pacific Indonesia, Ryuji Nagaie, Rabu (12/8/2026).
Ia menambahkan bahwa dengan memadukan teknologi PLTP yang andal dan solusi digital modern, Toshiba membantu operator mempercepat pengembangan infrastruktur energi yang berkelanjutan.
Inovasi Geoportable dan Platform Digital EtaPRO
Dalam menjawab tantangan geografis serta kebutuhan efisiensi operasional di sektor panas bumi, Toshiba menghadirkan dua solusi teknologi utama, yakni Geoportable dan platform digital EtaPRO. Solusi Geoportable hadir sebagai PLTP berukuran ringkas dan fleksibel yang dirancang khusus untuk proyek skala kecil maupun lokasi dengan akses logistik yang sulit. Lewat perpaduan turbin panas bumi Toshiba dan komponen standar yang telah dirakit (pre-assembled), teknologi ini mampu mempercepat proses instalasi secara signifikan—sebagaimana yang telah diimplementasikan pada proyek Dieng Small Scale Geothermal Power Plant.
Di sisi lain, Toshiba juga memperkuat efisiensi melalui EtaPRO Predictive Analytics Platform, sebuah sistem pemantauan kinerja berbasis Internet of Things (IoT) dan analitik prediktif. Platform ini memungkinkan operator menganalisis data secara real-time serta mendeteksi potensi gangguan peralatan sejak dini, sehingga risiko downtime yang tidak terencana dapat diminimalisasi. Penerapan teknologi digital ini sendiri telah dibuktikan lewat kolaborasi PT Toshiba Asia Pacific Indonesia (TAPI) bersama PT Geo Dipa Energi di PLTP Patuha I sejak tahun 2022.
Seiring menguatnya komitmen global menuju net-zero emission, Toshiba terus mendorong inovasi pada sektor energi terbarukan—termasuk panas bumi dan tenaga air—guna menghadirkan sistem energi yang tangguh di tingkat nasional maupun global.
Berbagai terobosan teknologi dan keahlian di sektor energi bersih ini juga dipamerkan Toshiba dalam ajang Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). (*AMBS)
















Discussion about this post