youngster.id - TransTRACK kembali menguji keandalan Rally Tracking System buatan dalam negeri pada ajang Sumatera Utara Rally 2026 yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026. Teknologi pemantauan berbasis konektivitas seluler dan satelit ini sukses mendukung keselamatan 45 peserta di ajang kejuaraan FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 sekaligus IMI National Rally Championship (INRC) Round 4.
Sistem tracking ini memantau seluruh kendaraan melintasi 12 Special Stage (SS) sepanjang 231,10 kilometer di kawasan Tobasari dan Bah Butong. Lewat teknologi ini, tim Race Control dapat memantau posisi pereli secara real-time, mendeteksi armada yang berhenti hanya dalam hitungan detik, serta menerima informasi kondisi darurat guna mempercepat koordinasi respons keselamatan di lintasan.
Clerk of the Course (Pimpinan Perlombaan), Ahmad Syauki Anas, mengungkapkan bahwa Rally Tracking System TransTRACK berhasil menjawab keterbatasan sistem monitoring tradisional berbasis radio point.
“Dengan adanya tracking system seperti yang kita pakai sekarang, peserta bisa terlihat secara real-time. Ketika 30 detik saja berhenti, kita sudah bisa tahu posisi persisnya dan cepat ambil tindakan untuk keselamatan peserta,” jelas Syauki, Selasa (11/8/2026).
Apresiasi Internasional dan Rencana Homologasi FIA
Apresiasi senada disampaikan oleh Chairman of Stewards, Vicky Chandhok. Ia menilai teknologi pemantauan siber dan keselamatan yang dikembangkan TransTRACK mengalami peningkatan signifikan, terutama pada kestabilan koneksi dan visualisasi sistem.
Pemanfaatan data log dari Rally Tracking System ini juga mempermudah perangkat perlombaan dalam mengevaluasi insiden serta mengambil keputusan strategis di lapangan.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menegaskan bahwa keterlibatan di ajang APRC 2026 menjadi modal berharga untuk menyempurnakan teknologi ini ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dalam rally, setiap detik dan informasi dari lintasan sangat berarti. Rally Tracking System kami kembangkan untuk membantu Race Control merespons situasi secara presisi. Ke depan, kami menargetkan pengembangan sistem ini menuju homologasi FIA agar dapat digunakan pada kejuaraan rally berskala regional maupun global,” pungkas Anggia.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post