Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

Filter berdasarkan penyebutan dan balasan di grup WhatsApp. (Foto: ilustrasi/istimewa)

youngster.id - Bergabung dalam banyak grup WhatsApp sering kali membuat pengguna kesulitan mengikuti percakapan. Pesan yang terus berdatangan, mulai dari informasi penting hingga obrolan santai, bisa membuat seseorang melewatkan pesan yang sebenarnya ditujukan kepadanya.

Untuk mempermudah pengguna mengelola percakapan, WhatsApp menghadirkan empat pembaruan fitur pada obrolan grup. Pembaruan ini dirancang agar pengguna bisa lebih mudah menemukan informasi penting dan melanjutkan percakapan dari bagian terakhir yang sudah dibaca.

Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah filter berdasarkan penyebutan dan balasan. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan percakapan grup yang belum dibaca ketika nama mereka disebut atau mendapatkan balasan langsung, termasuk melalui pesan @semua.

Dengan filter tersebut, pengguna dapat lebih cepat mengetahui percakapan yang membutuhkan perhatian tanpa harus menelusuri seluruh pesan dalam grup satu per satu.

Empat Pembaruan WhatsApp untuk Mempermudah Obrolan Grup

Selain filter penyebutan dan balasan, WhatsApp menghadirkan tiga pembaruan lain untuk meningkatkan pengalaman komunikasi dalam grup.

Pertama, pengguna kini bisa menyematkan pesan penting secara permanen. Sebelumnya, fitur semat pesan memiliki pilihan batas waktu tertentu. Dengan pembaruan ini, pengguna dapat memilih untuk mempertahankan pesan yang disematkan tanpa perlu menentukan batas waktu sejak awal.

Fitur ini berguna untuk menyimpan informasi yang perlu diakses anggota grup, seperti jadwal kegiatan, alamat acara, pengumuman, atau aturan komunitas.

Kedua, WhatsApp memberikan fleksibilitas dalam membagikan riwayat percakapan kepada anggota baru. Sebelumnya, pengguna dapat memilih untuk mengirimkan pesan terbaru ketika menambahkan seseorang ke grup melalui pengaturan yang tersedia.

Kini, riwayat pesan terbaru juga dapat dikirimkan secara retroaktif setelah seseorang bergabung. Caranya dengan mengetuk nama anggota tersebut di dalam obrolan grup. Pesan yang dibagikan tetap dilindungi enkripsi end-to-end seperti percakapan pribadi lainnya.

Ketiga, WhatsApp memperkenalkan fitur status grup. Melalui fitur ini, anggota dapat membagikan informasi atau momen tertentu yang relevan dengan grup tersebut.

Anggota grup lainnya bisa melihat, memberikan reaksi, dan menambahkan status mereka sendiri. Seperti status WhatsApp pada umumnya, status grup akan menghilang setelah 24 jam.

Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan informasi yang lebih sesuai dengan konteks komunitas. Misalnya, aktivitas olahraga dapat dibagikan dalam grup komunitas lari, sementara informasi keluarga bisa dibagikan melalui grup keluarga.

Fitur Tambahan untuk Membuat Komunikasi Lebih Praktis

Selain empat pembaruan tersebut, WhatsApp juga mengingatkan pengguna bahwa obrolan grup memiliki sejumlah fitur lain yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengalaman berkomunikasi.

Pengguna dapat membalas pesan secara privat kepada salah satu anggota grup tanpa membuat percakapan tambahan mengganggu seluruh anggota. Fitur polling juga memungkinkan pengguna mengatur pilihan jawaban agar peserta hanya dapat memberikan satu jawaban ketika dibutuhkan.

Selain itu, terdapat fitur tag anggota yang memungkinkan seseorang menambahkan konteks mengenai identitas atau perannya dalam grup. Misalnya, menggunakan keterangan seperti orang tua dari salah satu siswa dalam grup sekolah atau bendahara dalam grup relawan.

Dalam siaran pers yang dikutip Senin (2/11/2026) disebutkan, melalui berbagai pembaruan ini, WhatsApp berupaya membuat komunikasi grup lebih terorganisasi dan relevan bagi penggunanya. Dengan semakin banyaknya aktivitas yang berlangsung dalam obrolan grup, kemudahan menemukan pesan penting dan berbagi informasi sesuai kebutuhan menjadi bagian penting dari pengalaman komunikasi digital.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version