Telkom University Buka Perpustakaan Umum yang Modern

(Kiri Kanan Urutan 5-6-7) Ketua Telkom Foundation, Dwi Sasongko Purnomo bersama Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman didampingi Wakil Rektor 3 Telkom University AMA. Suyanto berfoto bersama di Open Library Telkom University. (Foto: Tel-U/Youngsters.id)

youngster.id - Sebagai komitmennya terhadap pengembangan pengetahuan, Telkom University (Tel-U) membangun sebuah pusat pengetahuan (the center of knowledge) bernama “Open Library”. Pusat pengetahuan ini didukung oleh teknologi informasi digital dan fasilitas modern, yang diperuntukkan tak hanya bagi warga Tel-U, tapi juga masyarakat umum.

“Perpustakaan merupakan jantung dari sebuah institusi pendidikan. Oleh karena itu, Telkom University memiliki komitmen tinggi untuk memperkuat dan mempertinggi jantung sebagai pusat pengetahuan di Telkom University,” ujar Rektor Telkom University Prof. Ir. Moch. Ashari, M.Eng., Ph.D.

“Telkom University Open Library yang mengambil konsep “green futuristic” adalah perpustakaan modern yang dalam hal desain atau isinya diperuntukkan memenuhi kebutuhan mahasiswa ataupun masyarakat, serta untuk mengantisipasi kemajuan teknologi ataupun sistem pendidikan di masa depan. Semoga bermanfaat,” tambahnya.

Telkom University Open Library ini berdiri di atas area 3.200 m2 dengan kapasitas 1.000 orang, yang dilengkapi oleh fasilitas katalog digital, mini teater, 14 ruang diskusi, akses wifi, library cafe, ruang multimedia, ruang akses koleksi digital, enam area baca, dan ruang ibadah. Seluruh akses tersebut dapat diakses oleh para pengguna Open Library selama enam hari dalam seminggu, secara gratis. Untuk memudahkan pengoperasioannya, Open Library didukung oleh sistem informasi yang terintegrasi yang dapat mengolah dan mengelola berbagai koleksi pengetahuan serta layanan Open Library.

Sejak tahun lalu, Telkom University telah menjadi salah satu perguruan tinggi perintis gerakan Open Access (OA), dengan membuka akses online terhadap 14.467 tugas akhir, skripsi, dan tesis, 15.970 file abstrak, dan 7.822 jurnal eproceeding untuk masyarakat umum. Sampai saat ini, jumlah anggota Open Library dari masyarakat umum telah mencapai 640 orang. Tahun ini, Telkom University ingin menggenapkan visinya berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni, dengan membangun pusat pengetahuan yang fasilitasnya modern.

Wakil Rektor III AMA. Suyanto mengatakan, Telkom University memiliki roadmap yang jelas mengenai pengembangan Open Library sebagai pusat pengetahuan. Jika tahun lalu Telkom Univesity memulai gerakan OA, maka tahun ini targetnya adalah melahirkan embrio The Center of Knowledge.

“Jadi tahun 2020 nanti Telkom University sudah memiliki an excellent center of knowledge,” ujarnya.

 

FAHRUL ANWAR