Lestari Br Tarigan : Jeli dan Kreatif Memanfaatkan Layanan e-Commerce

Lestari Br Tarigan, pemilik toko online @tari_90 (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

youngster.id - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kini mulai mengenal toko online. Namun dari sekian banyak yang membuka toko online tak sedikit yang akhirnya tutup. Pasalnya ada banyak yang terkendala dalam mengembangkan bisnis.

Kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto (PDB) semakin menggeliat dalam lima tahun terakhir. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat kontribusi sektor UMKM meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%.

Tak hanya itu, sektor UMKM juga telah membantu penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Serapan tenaga kerja pada sektor UMKM tumbuh dari 96,99% menjadi 97,22%dalam periode lima tahun terakhir.

Dengan banyaknya tenaga kerja yang diserap, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai sektor UMKM mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Bahkan, UMKM dianggap memiliki peran strategis dalam memerangi kemiskinan dan pengangguran.

Meski demikian, bisnis UMKM memang memiliki beberapa kelemahan dalam beroperasi. Misalnya saja, kesulitan pemasaran, akses ke sumber pembiayaan yang sangat terbatas, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), kesulitan bahan baku, keterbatasan inovasi dan teknologi.

Untunglah belakangan ini para pelaku UKM mulai mendapat dukungan dari industri e-commerce. Salah seorang yang jeli dan kreatif memanfaatkan teknologi e-commerce ini adalah Lestari Br Tarigan, pemilik toko online @tari_90 yang tergabung dalam komunitas Kampus Shopee Medan, Sumatera Utara.

“Jujur, kalau saya tidak bergabung dengan komunitas ini, mungkin saya nggak akan pernah bisa menghadapi komplen yang datang dari konsumen. Ternyata di kampus ini saya diajarkan bagaimana mengahadapi customer, bagaimana live chat yang bagus dengan customer untuk menjelaskan produk saya, sehingga ilmu dan pelajaran yang saya dapat ini bisa mengurangi keluhan-keluhan yang datang dari customer. Jadi pembelajaran yang saya dapat ini malah bisa mengangkat daya beli customer,” ungkap perempuan asal Kabanjahe itu kepada Youngster.id di Jakarta.

Dia mengaku, terjun menjadi pengusaha UKM di ranah online bukanlah sengaja. Ibu muda yang akrab disapa Tari ini awalnya hanya coba-coba berjualan busana wanita, khususnya daster khas Bali. Itupun awalnya dilakukan di akun sosial media pribadinya.

Baca juga :   Menkominfo Usulkan Pemanfaatan Teknologi Digital di G20

“Awalnya nggak tahu sama sekali bagaimana untuk berjualan di online. Ide ini muncul saat saya mengunjungi toko di Bali, ternyata toko ini di dunia online juga selalu ramai pembeli dan komennya bagus-bagus banget. Akhirnya saya terpikir kenapa nggak berjualan online juga,” kisahnya.

 

Saling Membantu

Di awal 2017 Tari memutuskan untuk mencoba peruntungan berbisnis dengan membuka took. Dia memanfaatkan akun media sosial pribadinya @tari_90 untuk berjualan di dunia maya.

“Melalui jalan kewirausahaan yang saya pilih ini, saya dapat menyokong ekonomi keluarga, sekaligus mendukung nilai budaya kerajinan khas Bali. Saya juga dapat membantu para pengrajin lain mendapatkan penghasilan. Intinya kami saling membantu dan bisa untuk maju bersama-sama,” katanya.

Tari mengungkapkan, modal awal usaha ini didapatnya dari tabungan uang hasil pemberian suaminya. “Kalau modal awal benar-benar tabungan seorang ibu rumah tangga, jadi memang sudah diketahui berapa tabungan ibu rumah tangga. Nilainya memang nggak besar karena dapat dari suami. Jadi modalnya benar-benar kecil karena awalnya saya jualan modalnya di bawah Rp 1 juta,” ungkap Tari.

Produk pertama yang Tari tampilkan adalah daster Bali, produk yang memang khas dari Bali. Produk ini dia dapatkan dari usaha garmen yang ada di dekat rumahnya. Ternyata pilihan produk yang dijajakan menarik perhatian pembeli.

“Saya senang dengan produk ini karena berbahan rayon halus yang sangat adem dan tidak gerah ketika dipakai. Dan tidak luntur kalau dicuci dan benar-benar sangat nyaman dipakai, sehingga ibu-ibu paling senang memakainya,” ungkapnya.

Menurut dia, produk fashion sehari-hari ini yang membuat usahanya cepat berkembang. “Saya fokus untuk memenuhi kebutuhan fesyen ibu-ibu rumah tangga sehari-hari. Yang pasti mereka tidak akan beli hanya satu, beli tujuh potong, dan bahkan lusinan,” ujarnya sambil tersenyum.

Produk Tari ini juga semakin berkembang dengan jejaring reseller. “Sekarang mungkin sudah ada ratusan reseller yang membantu penjualan saya, karena saya nggak menghitung angka pastinya,” katanya lagi.

Baca juga :   Kemenperin Dukung Program Edukasi Kampus Shopee 2018

Perkembangan ini diakui Tari berkat komunitas penjual online Kampus Shopee yang diikutinya. Tari mengaku, bergabungnya ia di komunitas ini karena ingin menambah pengetahuan. Terutama tentang bagaimana cara menghadapi konsumen yang komplen karena merasa barang yang diterimanya tidak sesuai dengan pesanan.

“Saya beruntung sekali berada dalam komunitas ini. Di sini saya juga diajarkan bagaimana memberikan kualitas yang bagus untuk diberikan kepada customer nantinya. Pertama saya diajarkan untuk memeriksa barang yang akan saya kirim. Pastikan benar-benar barang yang bagus dan harga terjangkau. Sehingga kondisi ini akan membuat customer nyaman, dan akhirnya menjadi langgganan. Saya yakin kalau fokus dan selalu memberikan yang terbaik pasti nanti kita sendiri juga mendapat yang terbaik,” paparnya.

Dengan pengetahuan yang didapat dalam Kampus Shopee, omzet penjualan Tari pun meningkat lima kali lipat dari sebelumnya. Walau tidak menyebut angka pasti, Tari mengklaim sekarang omzet penjualannya per bulan mencapai puluhan juta. “Setelah bergabung dengan komunitas Kampus Shopee penjualan saya terus meningkat,” ucap Tari sambil tersenyum.

 

Lestari Br Tarigan cukup jeli dan kreatif memanfaatkan layanan yang ditawarkan pemain e-commerce seperti Shopee, dengan membuka toko online @tari_90 untuk berjualan produk pakaian dan aksesoris Bali (Foto: Fahrul Anwar/Youngster.id)

 

Loyalitas Pelanggan

Kini perempuan kelahiran KabanJahe, Medan 3 September 1990 ini mulai mengembangkan ragam usahanya. Tari, tak hanya menjual produk fesyen wanita, tetapi juga aksesoris dari para pengrajin asal Bali.

“Jadi selain fesyen wanita, saya juga menjual aksesoris yang produknya saya dapat dari para pengrajin di Bali. Sehingga apa yang saya lakukan ini, saya juga membantu para usaha teman-teman pengrajin Bali bisa mendapatkan tambahan dan ekonominya semakin membaik,” ucapnya.

Menurut Tari, saat ini toko onlinenya menawarkan lebih dari 100 produk dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 28.000 dan paling mahal Rp 32.000.

Tari tak menampik usaha fesyen wanita yang dipasarkan dengan cara berjualan online ini akhirnya dapat dikenal masyarakat luas. Bahkan, dia boleh bangga karena produk yang didagangkannya kini telah menjangkau pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga :   Permudah Startup, Kadin Ajukan Perizinan Kantor Virtual ke Kemendag

“Tentunya senang, produk kami dipercaya masyarakat. Mereka banyak yang suka. Dan sekarang pembeli itu banyak yang datang seperti dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, pulau Jawa. Pokoknya hampir seluruh wilayah di Indonesia,” klaim putri pasangan Tahata Tarigan dan Swasti itu.

Toh, diakui Tari, perkembangan bisnisnya tersebut tentunya tak semulus yang dibayangkan. Dalam perkembangannya, ia menghadapi kendala juga. Terutama terkait masalah keluhan dari pelanggan.

“Namanya bisnis pasti pernah ada komplen dari pelanggan. Misal, terlambatnya pengiriman. Kebetulan di Kampus Shopee ini saya juga diajarkan bagaimana melakukan packing yang baik agar produk yang diterima pelanggan bisa sampai dengan baik tanpa ada rusak. Selain itu, jika terjadi komplen, saya juga bisa menanyakan kenapa bisa telat sampai di konsumen. Dengan begitu, nantinya saya bisa menjelaskan ke pelanggan,” papar Tari.

Dengan pengetahuan tersebut, perempuan yang hobi membaca ini bisa membuat keputusan dalam menjalankan bisnis. Termasuk menerapkan strategi khusus untuk menjaga loyalitas pelanggan. Menurut Tari, ia selalu memperbarui produk setiap tiga bulan dengan model terbaru. “Jadi setiap bulan ada tiga artikel baru. Model baru yang saya luncurkan ini bisa terus memanjakan konsumen apalagi pelanggan tetap supaya terus bisa membeli produk saya dan tidak bosan karena mereka bisa mendapatkan pilihan,” katanya.

Tari berharap usahanya dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas. Dengan begitu, usahnya ini tidak saja dapat meningkatkan perekonomian keluarga, tapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak.

 

=====================================

Lestari Br Tarigan

  • Tempat/Tanggal Lahir : KabanJahe, Medan 3 September 1990
  • Pendidikan                  : D3 Menajemen Informatika Universitas Medikom
  • Usaha                        : Toko Online @Tari_90 (Mitra e-commerce Shopee)
  • Mulai Usaha                : awal 2017
  • Modal Awal                : Rp 1 juta

=====================================

 

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia