youngster.id - Batik tidak hanya menjadi warisan budaya Indonesia, tetapi juga bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan ribuan pelaku usaha dan tenaga kerja. Di tengah perkembangan ekonomi digital, ruang bagi generasi muda dan pelaku kreatif untuk menghadirkan inovasi baru dalam batik pun semakin terbuka.
Kementerian Perindustrian mencatat terdapat lebih dari 5.900 industri batik yang tersebar di lebih dari 200 sentra produksi di 11 provinsi. Industri tersebut melibatkan sekitar 200.000 tenaga kerja melalui 47.000 unit usaha.
Melihat besarnya potensi tersebut, ShopeePay dan SPayLater kembali memperkuat dukungannya terhadap UMKM dan pelaku kreatif melalui Kompetisi Desain Batik Nasional “Corak Cerita Nusantara”.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia Eka Nilam Dari mengatakan, kompetisi ini mengajak masyarakat menciptakan motif batik yang merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus semangat konektivitas, inklusivitas, inovasi, dan pemberdayaan di era digital.
“Setiap motif batik membawa cerita dan identitas Indonesia yang terus berkembang. Melalui tema ‘Corak Cerita Nusantara’, kami mengajak masyarakat menghadirkan desain yang mencerminkan cerita, identitas, dan makna budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya dikutip Senin (10/8/2026).
Menurutnya, karya yang dihasilkan melalui kompetisi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi desain, tetapi juga menjadi pengingat terhadap kekayaan budaya Indonesia serta semangat para pelaku UMKM.
Terbuka bagi Kreator dari Seluruh Indonesia
Kompetisi Desain Batik Nasional “Corak Cerita Nusantara” terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari UMKM batik, perajin, sanggar batik, koperasi, komunitas batik, desainer, ilustrator, mahasiswa, pelaku kreatif, hingga masyarakat umum.
Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam kompetisi lain. Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka pada 5 Agustus hingga 5 September 2026.
Dalam proses seleksi, dewan juri akan menilai karya berdasarkan sejumlah aspek, seperti orisinalitas desain, kesesuaian dengan tema “Corak Cerita Nusantara”, kreativitas, nilai estetika, serta filosofi dan cerita budaya yang melatarbelakangi motif.
Karya yang dikirimkan juga diharapkan mengangkat unsur budaya lokal dan kekayaan kriya Indonesia. Selain itu, desain perlu memiliki potensi untuk diproduksi menjadi batik resmi.
Selain memberikan ruang bagi kreator untuk menampilkan karya, kompetisi ini menawarkan total hadiah senilai puluhan juta rupiah.
Pemenang utama akan memperoleh hadiah tunai Rp30 juta, sertifikat penghargaan, serta kesempatan melihat karyanya diproduksi dan diadopsi sebagai batik resmi karyawan.
Sementara itu, dua finalis terbaik masing-masing akan mendapatkan saldo atau voucher ShopeePay senilai Rp5 juta dan sertifikat penghargaan. Karya mereka juga berkesempatan ditampilkan bersama desain terpilih lainnya.
Kesempatan untuk mengembangkan karya menjadi batik resmi menjadi salah satu nilai tambah kompetisi. Dengan demikian, karya peserta tidak hanya berhenti sebagai desain, tetapi berpeluang mendapatkan ruang penggunaan yang lebih luas.
“Melalui “Corak Cerita Nusantara”, ShopeePay dan SPayLater ingin mendorong masyarakat, khususnya kreator dan pelaku UMKM batik, untuk menjadikan budaya Nusantara sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan karya baru,” pungkas Eka.
Informasi dan ketentuan lebih lanjut tersedia melalui kanal resmi ShopeePay dan SPayLater. Peserta disarankan memastikan informasi diperoleh melalui kanal resmi serta tidak memberikan data pribadi atau melakukan pembayaran kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post