youngster.id - Industri ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Saat ini, sekitar 27,4 juta orang bekerja di sektor ekonomi kreatif dan lebih dari separuhnya berusia di bawah 40 tahun. Namun, besarnya potensi tersebut perlu diimbangi dengan akses teknologi dan keterampilan digital yang memadai.
Melihat peluang tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia meluncurkan kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem kreatif nasional melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi ini menggabungkan jangkauan jaringan nasional Indosat, teknologi kreatif dan AI dari Adobe, serta dukungan Kemenekraf dalam pengembangan talenta dan industri ekonomi kreatif Indonesia.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” katanya saat peluncuran program di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Sebagai bagian dari kolaborasi, seluruh pelanggan Indosat akan mendapatkan akses premium gratis ke Adobe Express selama enam bulan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat berbagai konten visual, presentasi, hingga materi pemasaran dengan bantuan teknologi AI.
Tak hanya itu, Adobe dan Indosat juga menyediakan materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Program pembelajaran tersebut mencakup keterampilan kreatif, pemasaran digital, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
“Melalui akses ini, pelanggan Indosat dari berbagai usia diharapkan dapat meningkatkan literasi AI sekaligus mengembangkan kemampuan dalam storytelling digital, desain visual, dan pembuatan konten kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” katanya.
Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Melalui program ini, kreator lokal dapat memperoleh penghasilan dari template yang mereka buat dan digunakan pengguna lain di platform tersebut.
JAPAC President Adobe Ben Goodman mengatakan, Indonesia dipilih sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan kreator lokal memperoleh penghasilan langsung dari template yang mereka buat dan dipublikasikan di platform Adobe Express.
“Kami terinspirasi oleh komunitas kreatif Indonesia dan bersemangat untuk membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide-ide mereka menjadi peluang nyata,” ucapnya.
Langkah ini membuka peluang baru bagi para desainer, ilustrator, content creator, hingga pelaku UMKM kreatif untuk menghasilkan pendapatan dari karya digital mereka.
Program pemberdayaan ini juga diperkuat melalui GENSi (Generasi Terkoneksi), platform pengembangan talenta muda milik Indosat
Sementara, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, mengatakan kemitraan tersebut menjadi contoh bagaimana pemerintah dan sektor industri dapat bekerja sama dalam menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global.
“Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,” ucapnya.
Kemenekraf turut memperkuat inisiatif ini melalui program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus. Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan ekonomi kreatif, kekayaan intelektual, teknologi digital, dan AI kepada pelajar serta mahasiswa di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi ini, Indosat, Adobe, dan Kemenekraf berharap semakin banyak anak muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan karya, membangun personal branding, hingga menghasilkan pendapatan dari industri kreatif digital yang terus berkembang.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post