youngster.id - Layanan keuangan seperti dompet digital, layanan perbankan digital, hingga fitur paylater kini semakin akrab dengan kehidupan generasi muda. Namun, kemudahan akses terhadap layanan keuangan tersebut belum selalu diikuti dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat inklusi keuangan pelajar meningkat dari 69 persen pada 2024 menjadi 84,42 persen pada 2025. Sementara itu, tingkat literasi keuangan hanya naik dari 56,42 persen menjadi 61,76 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak pelajar yang memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi belum seluruhnya memahami cara mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.
Menjawab tantangan tersebut, PT Bank HSBC Indonesia berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) meluncurkan Financial Empowerment Pathways 2026. Ini adalah rangkaian program edukasi yang dirancang untuk membantu generasi muda membangun keterampilan finansial melalui pendekatan yang praktis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Stuart Rogers, menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Selain memiliki akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan keuangan, mereka juga dihadapkan pada beragam keputusan finansial yang semakin kompleks. Mulai dari godaan konsumsi digital, tren belanja online, hingga kemudahan layanan keuangan instan, semuanya membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik.
“Generasi muda saat ini tumbuh di tengah akses finansial yang semakin mudah, tetapi dihadapkan juga pada keputusan finansial yang semakin kompleks mulai dari tekanan konsumsi digital hingga layanan keuangan instan. Mereka membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman teori, mereka perlu membangun kebiasaan dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial yang sehat,” kata Stuart dikutip Selasa (16/6/2026).
Hingga akhir 2026, program Financial Empowerment Pathways ditargetkan menjangkau sekitar 1.700 pelajar dari berbagai kelompok usia dan latar belakang, mulai dari siswa penyandang disabilitas, pelajar sekolah menengah pertama, hingga mahasiswa.
Salah satu program yang dijalankan adalah JA More than Money yang akan menjangkau sekitar 1.500 siswa SMP di Jakarta. Melalui program ini, peserta tidak hanya belajar teori tentang keuangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola uang dan mengembangkan ide bisnis.
Mereka akan mempelajari cara menyusun anggaran, mengambil keputusan finansial, memahami pengelolaan uang, hingga mengikuti kegiatan market day yang memungkinkan siswa mencoba menjalankan usaha sederhana.
Selain itu, terdapat program INFINITY (Inclusive Financial Literacy for Young People) yang secara khusus dirancang untuk memperluas akses literasi keuangan bagi siswa penyandang disabilitas.
Sementara bagi mahasiswa, HSBC Indonesia dan PJI menghadirkan program ELEVATE (Elevating Financial Literacy through Action & Innovation). Program ini akan melibatkan 100 mahasiswa dalam berbagai lokakarya, sesi mentoring, serta Financial Innovation Challenge.
Melalui program tersebut, mahasiswa diajak menganalisis berbagai tantangan finansial nyata, merancang solusi inovatif, hingga mengembangkan prototipe yang dapat diuji langsung dengan dukungan pendanaan awal dan pengalaman belajar di lingkungan industri.
Anggota Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia Natalia Soebagjo mengatakan, literasi keuangan seharusnya tidak hanya dipelajari melalui teori di kelas, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari.
“Generasi muda hari ini tidak kekurangan akses terhadap uang atau teknologi, tetapi sering kali kekurangan ruang untuk belajar mengambil keputusan finansial secara aman dan bertanggung jawab. Keputusan membeli, menabung, mengatur prioritas, hingga menghadapi tekanan sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang perlu dilatih sejak dini agar menjadi kebiasaan finansial yang sehat,” ujarnya.
Sejak 2008, HSBC Indonesia dan PJI telah menjalankan berbagai program edukasi finansial seperti JA More than Money, Anak Cerdas, JA Building a Financially Capable Generation, dan JA Bank in Action, yang telah menjangkau lebih dari 51.400 pelajar Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post