youngster.id - Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan di dunia kerja. Melihat kebutuhan tersebut, Zoom memperkenalkan AI Productivity Suite, rangkaian fitur berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna mengubah hasil diskusi menjadi pekerjaan yang bisa langsung dieksekusi.
Berbeda dengan perangkat produktivitas konvensional yang biasanya dimulai dari dokumen kosong, solusi ini memanfaatkan konteks percakapan yang sudah terjadi dalam rapat, panggilan, maupun chat.
Chief Product Officer Zoom, Russell Dicker, mengatakan banyak tools AI saat ini mampu menangkap percakapan atau membuat konten, tetapi belum memahami keseluruhan konteks yang muncul dari berbagai saluran komunikasi.
“Banyak dari tools AI saat ini bisa menangkap percakapan atau menghasilkan konten, tetapi sering kali tidak memiliki konteks utuh dari percakapan yang terjadi di berbagai tempat—rapat, chat, email, maupun interaksi langsung,” ucapnya dikutip Selasa (16/6/2026).
Menurut Dicker, karena Zoom dibangun dengan percakapan sebagai inti platformnya, AI yang dikembangkan memiliki pemahaman lebih lengkap mengenai apa yang dibahas dalam tim, keputusan yang telah diambil, serta langkah yang harus dilakukan berikutnya.
“AI Productivity Suite membantu tim bergerak dari percakapan ke eksekusi pekerjaan dengan mengubah informasi yang diperoleh dari rapat menjadi tugas yang bisa langsung dilaksanakan, tanpa harus menyusun ulang informasi dari berbagai tools yang terpisah,” ujarnya.
Salah satu tantangan yang sering dihadapi pekerja modern adalah banyaknya waktu yang dihabiskan untuk merangkum hasil diskusi, menyusun laporan, membuat presentasi, hingga memperbarui dokumen proyek. Melalui AI Productivity Suite, Zoom mencoba mengotomatisasi proses tersebut. Paket ini terdiri dari Zoom Canvas, Zoom Slides, Zoom Sheets, dan Zoom Paper yang seluruhnya terintegrasi dengan teknologi AI Zoom.
Zoom Canvas, misalnya, dapat mengubah hasil rapat menjadi dokumen kerja, tracker proyek, hingga ruang kolaborasi tim. Sementara Zoom Slides memungkinkan pengguna membuat presentasi berdasarkan topik yang dibahas dalam rapat atau instruksi sederhana yang diberikan kepada AI.
Di sisi lain, Zoom Sheets dapat membantu membuat spreadsheet sekaligus melakukan analisis data menggunakan perintah bahasa sehari-hari. Sedangkan Zoom Paper dirancang untuk membantu proses penulisan, penyuntingan, dan penyusunan dokumen agar lebih cepat diselesaikan.
Russell Dicker mengklaim seluruh hasil kerja yang dibuat AI Zoom tetap terhubung dengan konteks percakapan sebelumnya sehingga keputusan dan sumber informasinya dapat ditelusuri dengan lebih mudah.
Untuk itu, AI Productivity Suite ditujukan bagi berbagai profesi yang sehari-hari harus mengubah hasil diskusi menjadi dokumen kerja, seperti konsultan, agensi kreatif, penasihat keuangan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.
Dengan bantuan AI, pengguna dapat membuat proposal, presentasi, laporan, hingga memperbarui rencana proyek hanya dalam hitungan menit tanpa harus memulai dari nol.
Zoom AI Productivity Suite saat ini tersedia melalui paket berlangganan ZoomMate maupun sebagai layanan tambahan dengan biaya mulai dari US$10 per pengguna per bulan, termasuk kredit AI.
.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post