youngster.id - Industri e-commerce fashion di Indonesia terus menunjukkan momentum pertumbuhan yang signifikan. Perilaku konsumen kini bergeser dari sekadar mengikuti tren musiman menjadi memandang pakaian sebagai investasi gaya (style investment), di mana kualitas, potongan (fit & cutting), serta daya tahan produk untuk jangka panjang menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.
Berdasarkan data eMarketer dan lembaga riset e-commerce Jerman eCommerceDB (ECDB), pendapatan kategori fashion di Indonesia mencapai US$15,885 miliar pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh 10–15% pada 2026. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga merangkum bahwa pakaian dan aksesori menjadi produk paling mendominasi pembelian e-commerce sebesar 43,74%.
Kenaikan ini tecermin dalam data internal SIRCLO, penyedia solusi omnichannel e-commerce di Indonesia. Pada semester I 2026, jumlah pesanan kategori fashion SIRCLO tumbuh 44% secara tahunan (year-on-year). Kanal live streaming menjadi motor penggerak utama, dengan transaksi sejumlah brand fashion melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan semester I 2025.
Vice President of Account Management SIRCLO, Arnold Oscar Suandrea Chandra, menegaskan pentingnya pembuktian visual (visual proof) untuk mengurangi keraguan konsumen sebelum melakukan transaksi online.
“Konsumen produk fashion saat ini tidak hanya memikirkan tampilan, tetapi juga ingin memahami bagaimana sebuah produk terlihat saat dikenakan, apakah fit dan cutting-nya sesuai, serta kualitas materialnya sepadan. Brand perlu menyeimbangkan pengalaman digital yang mampu memberikan keyakinan sebelum checkout, sekaligus memastikan kesiapan operasional agar berlanjut menjadi transaksi,” jelas Arnold, dikutip Rabu (29/7/2026).
Kolaborasi Strategis SIRCLO StreamLab dan Levi’s
Tantangan visualisasi produk secara detail dirasakan pada kategori produk berkarakter kuat seperti denim. Guna menjawab kebutuhan tersebut, brand denim global Levi’s memanfaatkan layanan SIRCLO StreamLab sejak 2024 untuk memperkuat interaksi visual interaktif melalui live streaming.
Hasilnya, pada periode Januari hingga Juni 2026, jumlah pesanan live streaming Levi’s di marketplace meningkat lebih dari dua kali lipat, sementara jumlah tayangan (views) melonjak lebih dari enam kali lipat dibandingkan periode awal adopsi di 2024.
Selain itu, pengelolaan end-to-end e-commerce oleh SIRCLO Commerce—mulai dari operasional marketplace, penanganan pesanan (fulfilment), hingga layanan konsumen—mendorong volume pesanan bulanan Levi’s melesat lebih dari 11 kali lipat pada Juni 2026 dibandingkan posisi April 2019.
Country Marketing Head PT Levi Strauss Indonesia, Stiffen Andika, mengapresiasi efektivitas sinergi digital ini.
“Perubahan cara konsumen memilih produk fashion mendorong kami untuk terus memperkuat pengalaman belanja digital yang lebih informatif dan relevan. Berkat dukungan solusi SIRCLO, kami dapat menyampaikan detail produk melalui live streaming sekaligus menjaga kesiapan operasional e-commerce, sehingga konsumen memperoleh pengalaman belanja yang lebih memuaskan,” tutur Stiffen Andika.
Ke depan, SIRCLO menilai kunci keberhasilan brand fashion di ranah digital tidak hanya terletak pada seberapa luas kehadiran di berbagai kanal, melainkan pada kemampuan menyampaikan nilai produk secara transparan serta mengeksekusi pesanan secara prima hingga tahap pascapembelian (post-purchase).
STEVY WIDIA
















Discussion about this post