Jumat, 17 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Industry

Pasar IPO Indonesia Lesu H1 2026, Nilai Dana Emiten Asia Tenggara Justru Melonjak 85%

17 Juli 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Pasar IPO Indonesia

Pasar IPO Indonesia Lesu H1 2026, Nilai Dana Emiten Asia Tenggara Justru Melonjak 85% (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pasar Initial Public Offering (IPO) di Indonesia mengalami kelesuan signifikan sepanjang semester pertama (H1) 2026. Namun menariknya, kondisi ini berbanding terbalik dengan tren regional Asia Tenggara, di mana total nilai dana yang dihimpun oleh para emiten di kawasan tersebut justru melonjak tajam hingga 85%.

Data terbaru dari EY mencatat, secara keseluruhan Asia Tenggara membukukan 35 IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai US$2,5 miliar sepanjang H1 2026. Meski secara volume transaksi mengalami penurunan sebesar 30% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, nilai akumulasi dana meroket akibat besarnya nominal dari sejumlah kesepakatan besar di kawasan.

Penurunan Aktivitas IPO di Indonesia

Indonesia mencatatkan aktivitas yang melambat dengan hanya satu IPO yang berhasil menghimpun dana senilai US$17,8 juta pada semester pertama 2026. Angka ini jauh di bawah performa semester pertama 2025 yang mencapai 14 kesepakatan dengan nilai US$427,5 miar.

Sementara itu, Singapura berhasil mengambil alih posisi sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara berdasarkan kapitalisasi pasar pada kuartal ini. Singapura mencatat lima IPO dengan total dana US$1,1 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatatkan satu kesepakatan senilai US$4,5 juta. Efek dari Equity Market Development Program (EQDP) yang diperkenalkan pada Februari 2025 dinilai berhasil menyuntikkan likuiditas dan menarik perusahaan, terutama dari sektor properti, untuk melantai di bursa.

Di sisi lain, Malaysia tetap menjadi pasar yang paling aktif di kawasan ini dengan 28 IPO yang berhasil menghimpun US$1,4 biliar. Sementara Thailand mencatat satu IPO dengan nilai US$10,4 juta, menurun dari lima kesepakatan senilai US$27,4 juta pada tahun sebelumnya.

Faktor Geopolitik dan Sentimen Pasar

Chan Yew Kiang, EY ASEAN IPO Leader, mengungkapkan bahwa ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, terus memengaruhi sentimen pasar sepanjang kuartal kedua 2026. Situasi ini mendorong para calon emiten untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Kombinasi antara ketegangan geopolitik dan perubahan regulasi di berbagai negara kawasan pada akhirnya memaksa perusahaan untuk lebih waspada dan cermat dalam merencanakan IPO mereka, terutama di tengah ketidakpastian prospek jangka pendek.

Di sisi lain, kondisi ini juga memicu selektivitas investor yang semakin tinggi. Performa pasca-IPO yang cenderung melemah mencerminkan sentimen investor yang sangat berhati-hati terhadap ketidakpastian suku bunga global, sehingga mereka kini menjadi jauh lebih selektif dalam menempatkan modal di tengah pasar yang volatil.

Selain itu, dinamika ini turut mengubah fokus sektor yang diminati di pasar modal. Secara global dan regional, sektor teknologi keras—seperti infrastruktur kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, robotika, dan manufaktur canggih—kini jauh lebih mendominasi dan memikat perhatian pelaku pasar dibandingkan dengan sektor-sektor tradisional seperti manufaktur konvensional, properti, dan jasa keuangan tradisional.

Terkait kondisi tersebut, Chan menegaskan situasi riil yang dihadapi oleh para pelaku industri saat ini.

“Efek dari konflik Timur Tengah dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut terus memengaruhi sentimen pencatatan saham pada kuartal kedua tahun 2026. Hal ini, dikombinasikan dengan perubahan regulasi di seluruh kawasan, telah menyebabkan para pemburu IPO mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati dengan rencana pencatatan saham mereka, terutama di tengah ketidakpastian prospek jangka pendek,” ujar Chan, Jum’at (17/7/2026).

Chan menambahkan bahwa bagi banyak kandidat IPO, hambatan utama saat ini lebih terletak pada persetujuan regulasi daripada sentimen pasar. Begitu persetujuan didapatkan, perusahaan cenderung melanjutkan rencana mereka tanpa menunda terlalu lama demi menjaga ekspektasi valuasi. (*AMBS)

 

Tags: Asia TenggaraBursa Efek IndonesiaEYIPOpasar modal
Previous Post

Optimalkan Biaya Operasional, transcosmos Luncurkan “trans-DX Plus for Support” Berbasis AI Agent

Next Post

Lestarikan Budaya, Roemah Koffie Rilis Kopi Premium “Cublak Suweng” Racikan Gayo dan Temanggung

Related Posts

aplikasi investasi Ajaib kripto
Digital Business

Jumlah Investor Kripto Tembus 21,7 Juta, Ajaib Ungkap Fokus Industri Bergeser ke Keamanan dan Tata Kelola

17 Juli 2026
0
DeepSeek rencana IPO
Startup & Entrepreneurship

Bidik Valuasi US$71 Miliar, Raksasa AI Tiongkok DeepSeek Bersiap IPO

15 Juli 2026
0
iQIYI Indonesia
Industry

Dorong Strategi ‘Long + Short’, Penonton Global iQIYI Melonjak 130% pada Semester I-2026

10 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Roemah Koffie Cublak Suweng

Lestarikan Budaya, Roemah Koffie Rilis Kopi Premium "Cublak Suweng" Racikan Gayo dan Temanggung

Discussion about this post

Recent Updates

Roemah Koffie Cublak Suweng

Lestarikan Budaya, Roemah Koffie Rilis Kopi Premium “Cublak Suweng” Racikan Gayo dan Temanggung

17 Juli 2026
Pasar IPO Indonesia

Pasar IPO Indonesia Lesu H1 2026, Nilai Dana Emiten Asia Tenggara Justru Melonjak 85%

17 Juli 2026
transcosmos trans-DX Plus for Support

Optimalkan Biaya Operasional, transcosmos Luncurkan “trans-DX Plus for Support” Berbasis AI Agent

17 Juli 2026
Roblox

Roblox Luncurkan “Build”, Bikin Gim Kini Cukup Pakai Perintah Teks Berbasis AI

17 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Roemah Koffie Cublak Suweng

Lestarikan Budaya, Roemah Koffie Rilis Kopi Premium “Cublak Suweng” Racikan Gayo dan Temanggung

17 Juli 2026
Pasar IPO Indonesia

Pasar IPO Indonesia Lesu H1 2026, Nilai Dana Emiten Asia Tenggara Justru Melonjak 85%

17 Juli 2026
transcosmos trans-DX Plus for Support

Optimalkan Biaya Operasional, transcosmos Luncurkan “trans-DX Plus for Support” Berbasis AI Agent

17 Juli 2026
Roblox

Roblox Luncurkan “Build”, Bikin Gim Kini Cukup Pakai Perintah Teks Berbasis AI

17 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version