youngster.id - Bank Mandiri (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk) mengamankan fasilitas pinjaman sosial (social loan) senilai US$750 juta (sekitar Rp12,15 triliun) yang dijamin oleh Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), anggota dari World Bank Group. Transaksi bersejarah ini menjadi jaminan pertama MIGA bagi lembaga keuangan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Dukungan garansi MIGA atas pinjaman sosial US$750 juta ini memungkinkan perseroan memperoleh akses suku bunga yang jauh lebih kompetitif di pasar global. Bank Mandiri mengalokasikan seluruh dana pinjaman ini untuk memperkuat dan memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usahawan mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong inklusi keuangan bagi UMKM yang dikelola oleh perempuan.
Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, menjelaskan bahwa fasilitas jaminan ini membantu perseroan mengelola risiko pembiayaan secara lebih efektif di tengah upaya memperluas akses kredit bagi sektor UMKM.
“Melalui berbagai inisiatif ini, kami ingin memastikan agenda keberlanjutan memberikan manfaat nyata yang dapat diakses oleh pelaku UMKM, nasabah kami, serta masyarakat luas,” ujar Danis dalam Public Expose Kuartal II 2026 Bank Mandiri, dikutip Senin (27/7/2026).
Suntikan dana pinjaman ini kian memperkuat komitmen Bank Mandiri dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang bertumpu pada tiga pilar utama: sustainable banking, sustainable operation, dan sustainability beyond banking.
Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri tercatat mencapai Rp327 triliun, tumbuh 7,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka tersebut terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun (naik 9,8% YoY) dan pembiayaan sosial sebesar Rp155 triliun (naik 5,0% YoY).
Di sektor operasi berkelanjutan (sustainable operation), Bank Mandiri telah menekan emisi operasional lewat penggunaan 626 kendaraan listrik dan hibrida, optimalisasi green building, pemasangan 870 panel surya, serta pengoperasian 33 charging station.
Sementara pada pilar beyond banking, inklusi diperkuat lewat aplikasi Livin’ Merchant di mana 63% penggunanya berada di wilayah non-urban.
Fitur Karbon Kredit di Livin’ Planet
Melengkapi agenda ESG bagi segmen ritel, Bank Mandiri juga memperbarui fitur Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini kini memungkinkan nasabah ritel untuk membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Sertifikat yang diperdagangkan melalui IDXCarbon ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), melengkapi fitur pendanaan aksi tanam pohon yang telah ada sebelumnya.
Danis menegaskan fundamental keuangan dan ESG yang kokoh menjadi pijakan utama Bank Mandiri untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post