Kamis, 26 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Open Finance Bisa Jadi Peluang Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

17 November 2022
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Co-Founder Finantier Edwin Kusuma

COO dan Co-Founder Finantier, Edwin Kusuma. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia. Namun, infrastruktur digital Indonesia masih memerlukan peningkatan lebih lanjut. Untuk itu, open finance dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk mencapai inklusi keuangan di Indonesia.

Chief Operating Officer dan Co-Founder Finantier, Edwin Kusuma mengatakan, salah satu penyebab utama eksklusi keuangan (financial exclusion) adalah sulitnya lembaga keuangan untuk memperoleh data dan informasi dari calon nasabah untuk melakukan analisis kelayakan kredit atau verifikasi identitas.

“Dengan demikian, kami membutuhkan skema yang memungkinkan lembaga keuangan mengakses informasi pengguna dengan aman dan transparan sekaligus melindungi hak konsumen. Untuk itu open finance menjadi salah satu solusi efektif,” kata Edwin dalam peluncuran laporan “Potensi Open Finance di Indonesia,” Rabu (16/11/2022).

Edwin menjelaskan, open finance adalah ekosistem berbagi data yang memungkinkan pengguna untuk berbagi data keuangan mereka dengan pihak ketiga melalui application programming interface (API).Open finance memiliki potensi untuk meningkatkan financial inclusion bagi mereka yang unbanked dan underbanked dengan mempromosikan kemampuan pertukaran data yang didorong oleh end users untuk mengakses layanan keuangan yang lebih luas, seperti pinjaman digital, remitansi, investasi, asuransi dan penawaran embedded finance.

Baca juga :   Potensi Pasar Ekonomi Digital Indonesia Belum Tergarap Optimal

Open finance juga memungkinkan beragam penggunaan melalui API yang diperkaya data. Ada beberapa jenis produk open finance, empat di antaranya biasa dipakai di Indonesia adalah Account Aggregation, Verification, Credit Scoring, dan Payments.

“Open finance adalah salah satu cara paling efektif untuk mencapai financial inclusion. Implementasi open finance menguntungkan konsumen karena mereka memiliki dan mengelola akses terhadap data keuangannya. Di sisi lain, perusahaan dapat meminimalkan risiko dan biaya operasional dengan meningkatkan kualitas data konsumennya,” ungkap Edwin.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 yang disusun dan diolah oleh Katadata Insight Center mengungkap bahwa hanya 44,13% penduduk dewasa yang memiliki rekening tabungan di bank. Kurangnya akses ke layanan keuangan formal ini sangat kontras dibandingkan dengan meningkatnya penetrasi telepon pintar (smartphone) di Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan telepon pintar (45,7%) dan kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan teks (68,2%) telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :   E-Commerce Masih Jadi Pilihan Mayoritas Masyarakat Dalam Berbelanja

Sementara itu Asisten Deputi Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Edwin Manansang mengatakan, penerapan open finance merupakan sebuah terobosan dari pelaku industri keuangan untuk memahami kebutuhan masyarakat yang dinamis dan tepat sasaran.

“Tren implementasi open finance mengarahkan kita pada ekosistem finance as a lifestyle. Kami menyambut baik atas laporan yang dibuat oleh Katadata dan Finantier, semoga laporan ini dapat diterima dengan baik dan meningkatkan sinergi serta kolaborasi para regulator, pelaku industri keuangan, dan pengguna untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia,” ungkapnya.

Namun, implementasi open finance masih menghadapi beberapa tantangan, mulai dari hambatan regulasi seperti memperkuat mekanisme perlindungan data konsumen, hingga tantangan teknis seperti standarisasi API, hingga tantangan sosial budaya seperti rendahnya literasi keuangan di Indonesia.

Baca juga :   Ekonomi Digital Mampu Serap 10 Juta Tenaga Kerja

Untuk memperkuat infrastruktur digital dan ekosistem open finance di Indonesia, harus ada konsensus dan aksi bersama dari seluruh pemangku kepentingan open finance. Hal ini diperlukan untuk memenuhi janji open finance yang memberikan dampak positif dan mendorong pada inklusi digital (digital inclusion) di Indonesia.

 

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalFinantierinklusi finansialopen financeSurvei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021
Previous Post

metaNesia Milik Telkom Raih Penghargaan dari INFOBRAND.ID

Next Post

Mahasiswa Sampoerna University Raih Juara di Kancah Internasional

Related Posts

transaksi QRIS
Crypto & Digital Finance

Pertumbuhan Ekonomi Digital Menguat, Transaksi QRIS Tap Tembus 1,44 Juta Transaksi

22 Januari 2026
0
Trafik Data Indosat Melonjak Double Digit, Pertanda Ekonomi Digital Makin Meluas
BizTech

Trafik Data Indosat Melonjak Double Digit, Pertanda Ekonomi Digital Makin Meluas

8 Januari 2026
0
Pajak
Crypto & Digital Finance

Setoran Pajak Ekonomi Digital Capai Rp44,55 Triliun hingga November 2025

29 Desember 2025
0
Load More
Next Post
Sampoerna University

Mahasiswa Sampoerna University Raih Juara di Kancah Internasional

b2b ecommerce

Garap Potensi Pertumbuhan B2B Commerce, B Capital Rilis Kampanye Video Berseri

ekonomi digital

Faktor Keberlanjutan Menjadi Pertimbangan Penting dalam Belanja Online

Discussion about this post

Recent Updates

SIRCLO

Transaksi E-commerce Naik 115% Selama Ramadan–Lebaran 2025, SIRCLO Bagikan Tips Belanja Hemat

25 Februari 2026
PGE - Flow2Max

PGE Dorong Optimalisasi Panas Bumi Global lewat Teknologi Flow2Max di Filipina

25 Februari 2026
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
SIRCLO

Transaksi E-commerce Naik 115% Selama Ramadan–Lebaran 2025, SIRCLO Bagikan Tips Belanja Hemat

25 Februari 2026
PGE - Flow2Max

PGE Dorong Optimalisasi Panas Bumi Global lewat Teknologi Flow2Max di Filipina

25 Februari 2026
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version