youngster.id - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang, mulai dari produksi konten hingga mendukung aktivitas bisnis. Namun, akses terhadap berbagai model AI dan pemahaman cara menggunakannya masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Melihat peluang tersebut, Pemuda.ai hadir sebagai ekosistem teknologi lokal yang menyediakan akses ke berbagai layanan AI untuk kreator, developer, pelaku usaha, hingga perusahaan.
Dikembangkan sebagai bagian dari Prominence Group, Pemuda.ai menghadirkan empat layanan utama, yaitu Pemuda Token, Asmuni (Asisten Pemuda Terkini), Pemuda Studio, dan Pemuda Satria.
President Director PT Kencana Satu Nuswapada (Prominence), Edi Sugianto, mengatakan pengembangan Pemuda.ai berangkat dari kebutuhan untuk membuat teknologi AI lebih mudah dijangkau dan dimanfaatkan masyarakat Indonesia.
“Perkembangan AI telah mengubah cara masyarakat bekerja, berdiskusi, dan menjalankan bisnis. Karena itu, akses terhadap teknologi tersebut perlu diikuti kemudahan penggunaan dan pemahaman mengenai cara memanfaatkannya,” ucap Edi dalam peluncuran Pemuda.ai Rabu (28/10/2026) di Jakarta.
Menurut Edi, bagi kreator dan pelaku UMKM, kehadiran berbagai layanan tersebut membuka peluang untuk memanfaatkan AI dalam proses kerja. Teknologi ini dapat membantu mempercepat sejumlah tahapan, mulai dari pengembangan ide dan produksi konten hingga mendukung pekerjaan administratif.
Meski demikian, Edi menekankan bahwa teknologi perlu tetap menempatkan manusia sebagai pengendali. “Tujuan kita berinvestasi teknologi ini adalah bagaimana manusia mempunyai kemampuan yang lebih kuat karena AI. Jadi bukan kita dimakan, tapi bagaimana kita memanfaatkan AI tersebut,” katanya.
Sementara itu, CEO Pemuda.ai Djoko Setyanto menjelaskan, platform ini dirancang untuk memberikan akses ke berbagai model AI sekaligus membantu pengguna mengelola pemanfaatannya. “Pendekatan tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan pengguna individu maupun perusahaan,” ujarnya.
Layanan pertama adalah Pemuda Token, yang mengintegrasikan akses ke beragam model AI, termasuk model dari OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta. Melalui layanan ini, pengguna dapat memilih model sesuai kebutuhan tanpa harus mengakses setiap penyedia secara terpisah.
Pemuda Token juga dilengkapi fitur pengelolaan anggaran penggunaan AI, pengaturan hak akses, audit aktivitas, serta penyamaran informasi sensitif atau personally identifiable information (PII). Fitur tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan mengendalikan biaya sekaligus menjaga keamanan data dalam penggunaan AI.
Layanan kedua adalah Asmuni, asisten AI yang diperkenalkan sebagai rekan kerja virtual. Asmuni dirancang untuk membantu aktivitas seperti brainstorming, kolaborasi, penyusunan dokumen, pengingat, hingga kreasi konten.
Djoko mencontohkan, asisten AI dapat dimanfaatkan untuk membantu kegiatan komunitas, misalnya menyusun surat atau mengingatkan anggota panitia mengenai tugas tertentu. “Nanti Asmuni juga diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menyusun strategi penjualan serta mendukung tenaga pendidik dalam membuat materi ajar interaktif,” ujarnya.
Layanan ketiga, Pemuda Studio, berfokus pada produksi video berbasis AI untuk kebutuhan industri kreatif. Menurut Djoko, pengembangannya memperhatikan elemen produksi seperti pergerakan kamera, sudut pengambilan gambar, konsistensi karakter, dan suasana adegan.
Sementara itu, Pemuda Satria menyediakan layanan keamanan siber yang mencakup pemindaian kerentanan dan mitigasi risiko pada aplikasi maupun aset digital yang terhubung ke internet.
“Tentu AI dapat menghasilkan gambar dan video, tetapi masih terdapat aspek manusia yang penting dalam proses kreatif, termasuk rasa, suasana, dan interpretasi karya,” katanya.
Melalui empat layanannya, Pemuda.ai berupaya membangun ekosistem yang menggabungkan akses ke berbagai model AI, asisten virtual, produksi konten, dan keamanan siber. Pengembangannya diharapkan dapat memperluas pemanfaatan AI di Indonesia, baik untuk kebutuhan individu maupun bisnis.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post