Minggu, 13 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Dorong Kepercayaan Publik, OJK Perkuat Ekosistem Fintech Nasional Lewat Akselerasi Inovasi

30 Juli 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Akselerasi fintech OJK 2026

Dorong Kepercayaan Publik, OJK Perkuat Ekosistem Fintech Nasional Lewat Akselerasi Inovasi (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui strategi pengembangan startup teknologi finansial (fintech) yang tepercaya, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Langkah ini berfokus pada penciptaan inovasi jasa keuangan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam keberlanjutan industri keuangan digital.

“Dalam ekonomi digital, trust is the ultimate currency. Karena itu, inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat. OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy melalui kolaborasi antara regulator, industri, akademisi, hingga investor,” tegas Adi, dikutip Kamis (30/7/2026).

Peran OJK dalam mengawal inovasi sektor keuangan ini berlandaskan pada amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sebagaimana telah diperbarui dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026. Selain menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan konsumen, OJK bertindak aktif mendorong efisiensi dan daya saing ekosistem finansial.

Dua Jalur Akselerasi Strategis: Fintech dan Kekayaan Intelektual

Guna merealisasikan visi tersebut, Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity) menggulirkan dua program innovation pipeline yang mencakup tahapan ideasi, pendampingan, regulatory sandbox, hingga implementasi pasar.

Program pertama adalah OJK Fintech Startup Accelerator, yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. Program ini berfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem pemantauan penipuan (fraud detection), layanan keuangan terintegrasi (embedded finance), tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets), platform koperasi digital, hingga solusi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sementara itu, program kedua adalah OJK Infinity Accelerator, yang dijalankan bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Program ini mengkhususkan diri pada komersialisasi kekayaan intelektual, mencakup pemanfaatan Web3, Non-Fungible Token (NFT), lisensi digital (digital licensing), serta skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (IP financing).

Seluruh peserta dalam alur akselerasi ini mendapatkan penajaman kapasitas melalui business diagnosis, market validation, product strategy, hingga regulatory clinic guna memastikan kesiapan operasional sebelum melangkah ke tahap Demo Day.

Fondasi Digital untuk Daya Saing Global

Sejalan dengan langkah OJK, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menilai adaptasi teknologi merupakan prasyarat mutlak bagi produktivitas nasional.

“Ke depan, ekonomi akan semakin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Edwin.

Penguatan ekosistem ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari praktisi teknologi, pembuat kebijakan, hingga pelaku ekonomi kreatif seperti Leontinus Alpha Edison (mantan Co-Founder Tokopedia), Vikra Ijas (CEO Kitabisa), Wasis Gunarto (Head of Blockchain ABI), dan Irsan Ramzee (BitGo APAC).

Melalui sinergi lintas institusi dan pembinaan yang disiplin, OJK optimistis industri fintech Indonesia mampu melahirkan inovasi yang patuh regulasi, menerapkan good governance, serta menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. (*AMBS)

 

Tags: Adi Budiarsoekonomi digitalfintechOJKOJK Infinitystartup IndonesiatokenisasiUU P2SKweb3
Previous Post

Atome Financial Catat Pendapatan US$470 Juta di 2025, Tumbuh 80% Disokong Pasar Asia Tenggara

Next Post

Dorong Literasi Digital, Roblox dan Ruangguru Luncurkan Program Pendidikan Berbasis Koding di Indonesia

Related Posts

Digital Trust Indonesia ASEAN Penipuan Siber GSMA
Technology

Digital Trust Terancam Maraknya Penipuan, Indonesia dan ASEAN Didesak Perkuat Ekosistem Aman

11 September 2026
0
Kyrim VIDA Sign Tanda Tangan Elektronik e-Meterai
Digital Business

Digitalisasi Dokumen Pakai VIDA Sign, Kyrim Pangkas Waktu Pemrosesan hingga 80%

11 September 2026
0
Citi Foundation Global Innovation Challenge Dana Hibah AI
Startup & Entrepreneurship

Citi Foundation Beri Hibah US$25 Juta untuk Kembangkan Keterampilan AI Generasi Muda

11 September 2026
0
Load More
Next Post
Roblox x Ruangguru

Dorong Literasi Digital, Roblox dan Ruangguru Luncurkan Program Pendidikan Berbasis Koding di Indonesia

ESR INA investasi logistik Cikarang

Lompatan Signifikan, INA Raih Skor GSR 92% dan Jadi SWF Terbaik Kedua di Asia

adopsi AI Alibaba Cloud Indonesia

Alibaba Cloud: Indonesia Raih Antusiasme AI Tertinggi di Asia, 100% Perusahaan Optimistis

Discussion about this post

Recent Updates

Sovereign AI Indonesia

Visa, Mastercard dan Ant Kembangkan KYA untuk Amankan Transaksi Agen AI

12 September 2026
e-Grocery Indonesia

Apa Kabar e-Grocery Indonesia?

12 September 2026
Teknologi Ini Permudah Pantau Kesehatan Jantung Sejak Dini

Teknologi Ini Permudah Pantau Kesehatan Jantung Sejak Dini

12 September 2026
Investasi NVIDIA

Portofolio Investasi NVIDIA Melesat Jadi US$99 Miliar, Dominasi Pendanaan Megaround Modal Ventura Global

12 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Sovereign AI Indonesia

Visa, Mastercard dan Ant Kembangkan KYA untuk Amankan Transaksi Agen AI

12 September 2026
e-Grocery Indonesia

Apa Kabar e-Grocery Indonesia?

12 September 2026
Teknologi Ini Permudah Pantau Kesehatan Jantung Sejak Dini

Teknologi Ini Permudah Pantau Kesehatan Jantung Sejak Dini

12 September 2026
Investasi NVIDIA

Portofolio Investasi NVIDIA Melesat Jadi US$99 Miliar, Dominasi Pendanaan Megaround Modal Ventura Global

12 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version