youngster.id - BINUS University melalui XPloo – BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merilis studi kasus terbaru berjudul “Leading the Digital Shift: How Halo BCA Turned Strategic Vision into Operational Reality”.
Studi kasus ini mengupas tuntas perjalanan Halo BCA dalam menerjemahkan visi strategis transformasi digital menjadi realitas operasional. Penulisan riset ini dilakukan oleh tim XPloo sebagai wujud komitmen BINUS Higher Education dalam mengembangkan pengetahuan terkait praktik transformasi digital yang relevan dengan konteks industri Indonesia.
Dokumen ini menjadi studi kasus ketiga yang disusun XPloo bersama BCA. Sebelumnya, XPloo telah menerbitkan studi kasus “Digital Transformation at BCA (A)” dan “Digital Transformation at BCA (B)” yang mendokumentasikan pengembangan aplikasi blu by BCA Digital.
Menghubungkan Visi Strategis dan Operasional Layanan
Transformasi digital pada Halo BCA tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi mutakhir, tetapi juga menyelaraskan kepemimpinan, proses kerja, struktur organisasi, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berorientasi pada kebutuhan nasabah.
Ketua XPloo BINUS, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D., menjelaskan bahwa dokumentasi atas praktik bisnis perusahaan nasional sangat krusial agar akademisi dan praktisi dapat belajar langsung dari situasi nyata di Indonesia.
“Transformasi digital tidak berhenti ketika sebuah organisasi berhasil mengadopsi teknologi. Tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana visi tersebut diterjemahkan menjadi cara kerja, kapabilitas, budaya, dan pengalaman layanan yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Prof. Firdaus, dikutip Senin (3/8/2026).
Board of Management BINA NUSANTARA, Michael Wijaya Hadipoespito, menambahkan bahwa peluncuran studi kasus ini menjadi kontribusi akademik sekaligus bentuk karya dalam momentum perjalanan 45 tahun BINUS.
Komitmen BCA pada Pengalaman Nasabah
Dari sisi industri, Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono, mengungkapkan bahwa dinamika ekspektasi nasabah menjadi pendorong utama Halo BCA untuk terus bertransformasi.
“Bagi BCA, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan teknologi, proses kerja, dan pengembangan insan BCA berjalan selaras untuk memberikan pengalaman layanan yang semakin relevan bagi nasabah,” ungkap Armand.
Kegiatan peluncuran ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BCA seperti David Formula, Dr. Wani Sabu, dan Adrianus Wagimin, serta jajaran akademisi BINA NUSANTARA. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah dan inspirasi bagi organisasi lain dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post