youngster.id - Ancaman penipuan digital di sektor hiburan daring semakin mengkhawatirkan. Laporan State of Scams in Southeast Asia 2025 mengungkapkan bahwa hampir dua pertiga orang dewasa di Indonesia menghadapi upaya penipuan dalam setahun terakhir, dengan total kerugian nasional mencapai Rp49 triliun (US$3,3 miliar).
Penipuan digital yang menargetkan komunitas gim di Indonesia sering kali menggunakan taktik yang sangat rapi dan meyakinkan untuk mengelabui korbannya. Oleh karena itu, para pemain gim perlu mewaspadai beberapa tanda bahaya (red flags) utama, seperti munculnya notifikasi hadiah secara tiba-tiba yang menawarkan item gim atau mata uang digital gratis dengan nilai yang tidak masuk akal.
Selain itu, pengguna harus sangat berhati-hati terhadap tautan (link) mencurigakan yang mengarahkan ke alamat web yang sekilas tampak mirip dengan platform tepercaya, namun biasanya memiliki perbedaan karakter kecil yang sulit disadari. Modus lain yang sering ditemukan adalah penggunaan situs duplikat atau impersonasi, di mana pelaku membuat halaman web yang meniru persis tampilan marketplace konten digital populer seperti Codashop untuk mencuri data pribadi maupun informasi transaksi pengguna.
Menanggapi situasi darurat ini, Coda sebagai perusahaan monetisasi konten digital, meluncurkan fase kedua kampanye “Guard Your Game”. Melalui video edukasi terbaru yang menghadirkan maskot Codee, Coda berupaya membekali para pemain gim (gamers) dengan langkah praktis untuk menghindari aktor jahat di dunia maya.
Untuk mengatasi hal ini, Coda menyediakan fitur Pengecekan Domain untuk Keamanan Daring di laman coda.co/online-safety. Alat ini memungkinkan pengguna memverifikasi keaslian situs sebelum melakukan transaksi.
Kampanye ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF). Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi EKRAF, menekankan urgensi perlindungan konsumen di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran konsumen sangat penting untuk membangun kepercayaan di sektor ekonomi kreatif. Kami mengapresiasi pendekatan kreatif Coda melalui maskot Codee untuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat komunitas,” ujar Neil, dikutip Kamis (30/4/2026).
VP Corporate Affairs Coda, Liz Adam, menjelaskan bahwa video edukasi ini dirancang strategis untuk menjangkau pemain di platform media sosial yang mereka gunakan sehari-hari. Selain di Indonesia, kampanye ini juga aktif di Malaysia, Filipina, dan Singapura.
“Seiring berkembangnya modus penipu, pendekatan edukasi kami juga harus beradaptasi. Kami ingin setiap pemain dapat bertransaksi dengan percaya diri dan memahami langkah yang perlu diambil saat menemukan hal mencurigakan,” kata Liz.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post