youngster.id - Pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu prioritas setelah gempa melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Operator telekomunikasi mempercepat perbaikan infrastruktur sekaligus menyiapkan konektivitas alternatif untuk memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi selama proses pemulihan.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART), misalnya, mencatat jumlah BTS yang mengalami gangguan telah turun signifikan. Dari 91 BTS yang terdampak pada fase awal penanganan, hingga Selasa (18/8/2026) jumlahnya tersisa sekitar lima BTS.
Regional Group Head XLSMART Area Bali Nusra Donny Darmawan mengatakan, tim teknis terus melakukan penanganan hingga seluruh jaringan yang terdampak kembali beroperasi.
“Prioritas kami adalah mempercepat pemulihan jaringan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat berkomunikasi, terutama dalam situasi pasca bencana. Penurunan jumlah BTS yang terdampak menunjukkan bahwa proses pemulihan terus berjalan,” kata Donny dikutip Rabu (19/8/2026).
Proses pemulihan dilakukan melalui koordinasi Network Operation Center (NOC), tim regional NTT, serta teknisi di lapangan. XLSMART juga mengerahkan tujuh genset permanen dan 16 genset portabel untuk menjaga operasional jaringan di lokasi yang mengalami kendala pasokan listrik.
Selain memperbaiki BTS, teknisi melakukan perbaikan jalur fiber optik yang terdampak, mengalihkan trafik melalui jalur alternatif, serta memobilisasi perangkat dan sumber daya ke lokasi gangguan.
Kondisi medan dan sejumlah titik longsor menjadi tantangan tersendiri dalam proses tersebut. Meski demikian, pemantauan dan pemulihan jaringan dilakukan selama 24 jam hingga seluruh BTS terdampak kembali aktif.
Konektivitas Satelit Jadi Alternatif
Upaya pemulihan juga dilakukan TelkomGroup melalui pemanfaatan konektivitas satelit. PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) menargetkan penyediaan akses komunikasi berbasis satelit di 17 titik yang tersebar di Maumere, Ruteng, dan Larantuka.
EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan, pemulihan sejumlah infrastruktur telekomunikasi membutuhkan waktu sehingga seluruh sumber daya TelkomGroup perlu dikerahkan, termasuk teknologi satelit.
“Pemulihan infrastruktur di beberapa titik masih membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap. Kami perlu memastikan seluruh sumber daya dan kapabilitas TelkomGroup bisa dikerahkan secara efektif untuk membantu proses tersebut, termasuk melalui pemanfaatan layanan satelit Telkomsat,” ujar Rachmad.
Sementara VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono mengatakan, konektivitas menjadi kebutuhan penting dalam kondisi bencana, baik bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi maupun bagi petugas dalam melakukan koordinasi di lapangan.
“Kami menargetkan dukungan konektivitas satelit dapat hadir di 17 titik di wilayah Maumere, Ruteng, dan Larantuka,” kata Fino.
Menurutnya, konektivitas satelit dapat menjadi alternatif ketika jaringan terestrial, seperti fiber optik dan BTS, masih mengalami gangguan atau belum dapat dipulihkan sepenuhnya.
Dukungan Komunikasi untuk Masyarakat
Selain memperbaiki infrastruktur, operator juga memberikan dukungan layanan kepada pelanggan di wilayah terdampak.
XLSMART menyediakan benefit komunikasi khusus bagi pelanggan XL, Smartfren, dan AXIS di NTT. Dukungan tersebut mencakup tambahan kuota internet serta fasilitas telepon dan SMS yang dapat digunakan selama masa pemulihan.
“Dalam kondisi seperti ini, akses komunikasi menjadi kebutuhan penting. Karena itu, selain fokus pada pemulihan jaringan, kami juga memberikan dukungan komunikasi kepada pelanggan XL, SMARTFREN, dan AXIS agar tetap dapat terhubung dengan keluarga maupun memperoleh informasi yang dibutuhkan selama masa pemulihan,” ujar Donny.
Sementara itu, TelkomGroup menyediakan posko internet gratis di sejumlah titik serta Paket Darurat bagi pelanggan Telkomsel yang dapat diakses melalui kanal layanan yang disediakan perusahaan.
TelkomGroup juga menyatakan sejumlah ruas fiber optik, site BTS, dan infrastruktur lainnya telah kembali aktif. Tim teknis masih dikerahkan untuk mempercepat pemulihan dengan tetap menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas.
Bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana, pemulihan konektivitas tidak hanya berkaitan dengan akses internet dan layanan telekomunikasi. Jaringan yang kembali beroperasi juga menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi, serta mendukung koordinasi penanganan dan pemulihan pascabencana.
.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post