Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Penggunaan Agen AI Meningkat, Jaringan Asia Pasifik Dituntut Lebih Cerdas dan Aman

19 Agustus 2026
in Technology
Reading Time: 3 mins read
agen AI Huawei

President of Huawei Data Communication Product Line Leon Wang pada Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific di Bali. (Foto; istimewa/huawei)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Penggunaan agen kecerdasan artifisial (AI) yang semakin luas di Asia Pasifik mulai mengubah kebutuhan terhadap infrastruktur jaringan. Huawei mencatat adopsi agen AI berkembang di Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand, termasuk untuk layanan kesehatan, pengendalian risiko keuangan, dan tata kelola perkotaan.

Namun, peningkatan penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru. Huawei menyebut ketidakstabilan jaringan meningkat seiring masuknya agen AI ke proses bisnis inti, sementara insiden serangan siber yang didorong AI melonjak 327%.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific di Bali yang diikuti lebih dari 500 pemimpin industri, pakar teknis, dan mitra ekosistem.

President of Huawei Data Communication Product Line Leon Wang mengatakan, perkembangan AI mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan jaringan.

“Gelombang AI global tengah mengubah wajah setiap industri, dan situasi ini mendorong pergeseran operasional jaringan menuju paradigma yang berpusat pada AI,” kata Leon dikutip Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, jaringan perlu diperkuat dari sisi efisiensi komputasi, integrasi sensor dan komunikasi, keamanan menyeluruh, serta kemampuan otonom agar mampu mendukung perkembangan AI.

Jaringan Bergerak ke Era AI-Native

Vice President of Huawei Asia Pacific Enterprise Sales Dept Zac Chow mengatakan, meningkatnya kemampuan agen AI untuk bertindak secara otonom akan mendorong jaringan berkembang menjadi AI-native.

“Jaringan juga akan berevolusi menjadi AI-native sebagai tulang punggung bagi agen-agen cerdas,” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Huawei memperbarui solusi Xinghe Intelligent Network dengan filosofi “Secure and Intelligent Connectivity” atau Konektivitas yang Aman dan Cerdas.

Vice President of Huawei Data Communication Product Line John Cai mengatakan, pendekatan tersebut memperluas pemanfaatan AI dalam pengelolaan jaringan sekaligus memperkuat perlindungan keamanan secara menyeluruh.

“Melalui peningkatan arsitektur ini, kami berkomitmen membangun fondasi konektivitas yang kokoh bagi setiap perusahaan di era Agentic AI,” kata John.

Solusi tersebut mencakup Xinghe AI Fabric 2.0, Xinghe Intelligent WAN, Xinghe AI Campus, dan Xinghe AI Network Security. Huawei mengklaim teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan stabilitas jaringan, mendeteksi gangguan secara lebih cepat, serta mengotomatisasi sejumlah proses pengelolaan jaringan.

AI Hadir, Ancaman Siber Ikut Berkembang

Keamanan menjadi tantangan lain seiring meningkatnya pemanfaatan AI. Huawei menyebut 71% perusahaan di Asia Pasifik menempatkan AI sebagai perhatian utama dalam keamanan data, sementara 81% pernah mengalami insiden keamanan API.

Huawei kemudian mengembangkan Xinghe AI Network Security dengan pendekatan “memerangi AI dengan AI”. Salah satunya melalui AI firewall yang menggunakan AI Core untuk mendeteksi ancaman yang belum dikenal.

Huawei mengklaim sistem tersebut mampu mendeteksi unknown threats dengan akurasi hingga 95%, sementara HiSec AI-Guard berbasis large language model (LLM) dapat mendeteksi serangan seperti prompt injection dengan tingkat deteksi lebih dari 95%.

Huawei juga memperkenalkan lebih dari 20 produk jaringan eKit untuk usaha kecil dan menengah (UKM), yang ditujukan untuk kebutuhan seperti perkantoran, ritel, pendidikan, dan hotel.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ketika AI semakin banyak digunakan dalam aktivitas bisnis, jaringan tidak lagi hanya berfungsi sebagai infrastruktur konektivitas. Jaringan dituntut menjadi lebih cerdas, otomatis, stabil, dan aman untuk menopang penerapan AI dalam skala yang lebih luas.

.

STEVY WIDIA

Tags: Agen AIAIAI-NativeHuawei Network Summit 2026 Asia Pasificjaringan AIkeamanan siber
Previous Post

Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik

Related Posts

Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik
Digital Business

Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik

19 Agustus 2026
0
Tren Penggunaan Seluler Berubah, Kuota IM3 Dilengkapi Beragam Layanan Digital
Digital Business

Tren Penggunaan Seluler Berubah, Kuota IM3 Dilengkapi Beragam Layanan Digital

17 Agustus 2026
0
Platform Sahabat-AI
Technology

Indonesia Mulai Bangun Kedaulatan AI, Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi Global

17 Agustus 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

agen AI Huawei

Penggunaan Agen AI Meningkat, Jaringan Asia Pasifik Dituntut Lebih Cerdas dan Aman

19 Agustus 2026
Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik

Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik

19 Agustus 2026
Pascagempa NTT, Operator Telekomunikasi Bergerak Cepat Pulihkan Konektivitas

Pascagempa NTT, Operator Telekomunikasi Bergerak Cepat Pulihkan Konektivitas

19 Agustus 2026
OH!SOME Indonesia

Penjualan Ritel Tumbuh, OH!SOME Perkuat Operasional di Indonesia

19 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
agen AI Huawei

Penggunaan Agen AI Meningkat, Jaringan Asia Pasifik Dituntut Lebih Cerdas dan Aman

19 Agustus 2026
Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik

Media Sosial Jadi Mesin Belanja Baru, AI dan Kreator Dorong Ekonomi Digital Asia Pasifik

19 Agustus 2026
Pascagempa NTT, Operator Telekomunikasi Bergerak Cepat Pulihkan Konektivitas

Pascagempa NTT, Operator Telekomunikasi Bergerak Cepat Pulihkan Konektivitas

19 Agustus 2026
OH!SOME Indonesia

Penjualan Ritel Tumbuh, OH!SOME Perkuat Operasional di Indonesia

19 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version