Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Jaga Lingkungan, Budaya, hingga UMKM

19 Agustus 2026
in Digital Business
Reading Time: 3 mins read
kreator TikTok

ki-ka: Kreator konten TikTok Jerhemy Owen, Elsa Novia, dan Hendri Alejandro. (Foto: stevywidia/youngster)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Bagi sebagian kreator, TikTok bukan lagi sekadar ruang untuk membuat konten dan membangun jumlah pengikut. Platform digital juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengajak masyarakat terlibat dalam aksi nyata, mulai dari menjaga lingkungan, mengenalkan sejarah dan budaya, hingga membuka akses pasar bagi UMKM lokal.

Hal tersebut terlihat dari kiprah tiga kreator TikTok, yakni Jerhemy Owen (24), Elsa Novia (24), dan Hendri Alejandro (28). Ketiganya memiliki fokus berbeda, tetapi sama-sama memanfaatkan konten digital untuk membawa isu yang mereka angkat ke kehidupan nyata.

Jerhemy Owen menggunakan konten TikTok untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus mengajak komunitas terlibat dalam aksi pelestarian alam.

“Di zaman sekarang hampir semua orang melihat sosial media dan sebagai konten creator kita juga punya tanggung jawab yang besar dalam membawa dampak yang panjang ke masyarakat,” ungkapnya pada media di acara #Serunya17an – Karya Positif untuk Indonesia: Cara Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Menggerakkan Perubahan Nyata, Selasa (18/8/2026) di Jakarta.

Sejak mulai berkarya di TikTok pada 2020, Owen konsisten mengangkat isu keberlanjutan. Latar belakangnya sebagai lulusan Ilmu Lingkungan Avans University of Applied Sciences di Belanda turut membentuk fokus tersebut.

Owen memanfaatkan TikTok untuk membangun percakapan dengan komunitas sekaligus menggerakkan masyarakat melakukan aksi bagi lingkungan. Kreator dengan lebih dari 5 juta pengikut ini mengajak follower membagikan video mengenai penanaman pohon. Setiap 15 kali video dibagikan, kontribusi tersebut dikonversikan menjadi satu pohon.

Antusiasme komunitas menghasilkan lebih dari 10.000 bibit pohon yang ditanam di Kampung Cibulao, kawasan hulu Sungai Ciliwung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aksi tersebut turut mendukung pemulihan lebih dari 24 hektare kawasan hutan.

Pengalaman Owen mengangkat isu lingkungan melalui TikTok juga membawanya ke forum global. Pada 2024, ia menjadi salah satu kreator asal Indonesia yang diundang TikTok untuk menghadiri COP29 di Azerbaijan dan berbagi perspektif mengenai peran generasi muda dalam mendorong aksi lingkungan.

Pada 2026, Owen melanjutkan aksinya melalui gerakan Wenanam lewat kampanye #PohonUntukAceh. Hingga Juli 2026, kampanye tersebut telah mengumpulkan 250.000 bibit pohon yang mulai ditanam di kawasan Hutan Lindung Tenggulun, Aceh Tamiang.

“Sebagai kreator konten, saya merasakan dengan adanya sosial media, ketertarikan orang dengan cepat berubah. Jadi, kita harus bisa menyesuaikan perubahan tersebut dan juga beradaptasi dengan cepat,” kata Owen.

Jika Owen membawa isu lingkungan dari layar ke aksi penghijauan, Elsa Novia menggunakan TikTok untuk menghidupkan kembali sejarah dan budaya Tionghoa-Indonesia, khususnya Peranakan Tionghoa dan Cina Benteng.

Elsa mulai membuat konten TikTok pada 2022 dengan berbagai topik sebelum akhirnya fokus pada sejarah dan budaya. Perubahan tersebut terjadi setelah salah satu videonya mengenai tradisi peringatan satu tahun wafat sang nenek mendapat respons luas.

“Budaya Cina Benteng itu mungkin yang belum tahu ya. Orang Tionghoa di Tangerang disebutnya Cina Benteng dan Cina Benteng sendiri budayanya sudah bercampur antara budaya Tionghoa sama lokal,” kata Elsa.

Untuk menjaga akurasi kontennya, Elsa melakukan riset melalui buku dan jurnal serta berdiskusi dengan sejumlah budayawan Peranakan. Salah satu kontennya mengenai makam Kapitan Tionghoa di Tangerang bahkan mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang yang kemudian mengusulkan lokasi tersebut sebagai situs cagar budaya.

Konten tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman offline melalui Benteng Walking Tour yang ia kelola bersama sang ayah.

“Gara-gara saya buat konten di TikTok, saya membuat tur budaya Tionghoa namanya Benteng Walking Tour yang memperkenalkan secara langsung budaya Tionghoa Cina Benteng di daerah saya,” ujarnya.

Setiap akhir pekan, Elsa mengajak peserta menjelajahi situs bersejarah di Kota Lama Tangerang dan kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat. Selama sekitar tiga tahun, kegiatan tersebut telah diikuti ribuan peserta, dengan sebagian besar mengetahui informasi mengenai tur melalui TikTok.

Kini, Elsa memiliki lebih dari 154 ribu pengikut dan 8,6 juta likes di TikTok. Kontennya berkembang menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pegiat budaya, destinasi sejarah, serta pelaku kuliner dan UMKM lokal.

Sementara itu, Hendri Alejandro memanfaatkan TikTok untuk membantu UMKM di Desa Ibun, Kabupaten Bandung, memperluas akses pasar. Kreator affiliate TikTok Shop by Tokopedia sekaligus pendiri Ibun Mall tersebut melihat banyak warga desa menjalankan industri rumahan, tetapi menghadapi keterbatasan dalam menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ia kemudian membantu memasarkan produk mereka melalui berbagai kanal digital, termasuk TikTok Shop by Tokopedia.

“Tidak berhenti pada pemasaran produk, kami juga melatih warga setempat menjadi host LIVE. Langkah tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan digital sekaligus mendapatkan peluang penghasilan,” ungkapnya.

Kini, ekosistem Ibun Mall telah mendukung lebih dari 30 UMKM lokal dan bekerja sama dengan lebih dari 100 host LIVE. Akun tersebut juga telah memiliki 1,7 juta pengikut dan 2,9 juta likes di TikTok.

Inisiatif tersebut berkembang melalui Komunitas Host 1 Miliar yang kini beranggotakan lebih dari 300 kreator dari berbagai daerah di Indonesia. Para anggota komunitas dapat saling berbagi pengalaman dan mengembangkan keterampilan dalam ekosistem LIVE Shopping.

Ketiga kreator tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas kreator dapat berkembang melampaui produksi konten dan memberi dampak nyata di masyarakat. Platform seperti TikTok tidak hanya menjadi ruang untuk membangun percakapan dengan audiens, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk menuju aksi penghijauan, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

STEVY WIDIA

Tags: budayaekonomi kreatorElsa NoviaHendri AlejandroJerhemy Owenkreator Tiktoklingkunganmedia sosialTikTokUMKM
Previous Post

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

Related Posts

UMKM binaan Pertamina
Startup & Entrepreneurship

Tembus Rp8,57 Miliar, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Berlimpah di Semester I-2026

14 Agustus 2026
0
Facebook Creator Studio
Technology

Facebook Bekali Kreator dengan Asisten AI Pribadi, Jadi Lebih Fokus Berkarya

14 Agustus 2026
0
GrabAcademy
Digital Business

1,15 Juta Mitra Akses GrabAcademy, Peluang Jadi Pengusaha hingga Kreator Terbuka

12 Agustus 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

kreator TikTok

Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Jaga Lingkungan, Budaya, hingga UMKM

19 Agustus 2026
Moladin Finance Pashouses pembiayaan properti

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

18 Agustus 2026
Geotab Investigations

Percepat Investigasi Insiden Armada, Geotab Luncurkan Solusi Geotab Investigations

18 Agustus 2026
Airy Rooms tutup

Kisah Runtuhnya Airy Rooms: Dari Ekspansi Agresif VHO ke Gulung Tikar Diterjang Pandemi

18 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
kreator TikTok

Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Jaga Lingkungan, Budaya, hingga UMKM

19 Agustus 2026
Moladin Finance Pashouses pembiayaan properti

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

18 Agustus 2026
Geotab Investigations

Percepat Investigasi Insiden Armada, Geotab Luncurkan Solusi Geotab Investigations

18 Agustus 2026
Airy Rooms tutup

Kisah Runtuhnya Airy Rooms: Dari Ekspansi Agresif VHO ke Gulung Tikar Diterjang Pandemi

18 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version