Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Selera Konsumen Berubah, Industri Pangan Perlu Berinovasi dari Bahan hingga Formulasi

18 September 2026
in Industry
Reading Time: 3 mins read
industri pangan

Senior Director, Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia, Cargill Food SEA & ANZ Stephanie Sajuti dalam jumpa pers gelar Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026 Kamis (17/9/2026) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta. (Foto: kenrene/youngster)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perubahan selera dan kebutuhan konsumen membuat industri makanan dan minuman menghadapi tantangan baru. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan rasa dan harga, tetapi juga mulai memperhatikan bahan yang digunakan, kandungan gula, hingga aspek keberlanjutan dalam produk yang mereka konsumsi.

Perubahan tersebut membuat produsen makanan dan minuman perlu menyesuaikan pengembangan produk, mulai dari pemilihan bahan hingga formulasi. Cargill melihat pemahaman terhadap konsumen menjadi salah satu faktor penting bagi industri untuk menghasilkan produk yang tetap relevan di tengah perubahan tersebut.

Senior Director, Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia, Cargill Food SEA & ANZ Stephanie Sajuti mengatakan, konsumen Indonesia semakin memperhatikan informasi mengenai bahan makanan. Kondisi ini sekaligus menjadi peluang dan tantangan bagi produsen dalam mengembangkan produk.

“Studi IngredienTracker menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin memperhatikan bahan makanan, yang turut memengaruhi produk yang mereka pilih serta percakapan mereka mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman. Persepsi ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi produsen ketika mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” ungkapnya dalam jumpa pers di Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026 Kamis (17/9/2026) di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta.

Dalam pemaparan di Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026, Cargill menunjukkan hasil studi APAC IngredienTracker yang memetakan persepsi konsumen terhadap sejumlah platform bahan makanan, termasuk kakao dan cokelat, pemanis, pengatur tekstur, serta lemak dan minyak.

Di Indonesia, berdasarkan pemaparan Stephanie, 89% konsumen cenderung sangat memperhatikan daftar bahan ketika pertama kali membeli produk. Konsumen juga semakin mempertimbangkan bahan yang sudah dikenal dan transparansi informasi mengenai produk.

Dari sisi kesehatan, 54% konsumen Indonesia mengikuti pola makan rendah gula dan lebih dari 80% menyatakan bersedia membayar lebih untuk produk dengan bahan yang dianggap lebih sehat. Perubahan tersebut membuat formulasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan produsen.

Pasalnya, mengurangi gula pada produk tidak hanya berdampak pada tingkat kemanisan. Stephanie menjelaskan bahwa gula juga berperan terhadap body, mouthfeel, serta keseimbangan rasa. Karena itu, proses reformulasi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh agar karakter produk tetap dapat diterima konsumen.

Kebutuhan inovasi juga muncul pada aspek tekstur. Cargill menilai tekstur berpengaruh terhadap pengalaman sensoris konsumen, misalnya pada tingkat kerenyahan makanan, kekentalan saus, hingga karakter keju. Bagi produsen, aspek tersebut menjadi bagian dari kualitas produk yang dapat memengaruhi pengalaman konsumsi.

Karena itu, Cargill tidak hanya menawarkan bahan pangan, tetapi juga mengembangkan kemampuan aplikasi untuk membantu produsen menyesuaikan formulasi dengan kebutuhan produk akhir. Pendekatan tersebut mencakup pengembangan solusi pemanis, pati dan turunannya, kakao dan cokelat, serta lemak dan minyak nabati.

“Untuk itu, kami harus bekerja sama dengan customer untuk mempelajari pasar, lalu bersama-sama bekerja untuk mengembangkan produk-produk baru atau reformulasi produk baru supaya bisa memberikan offering itu ke konsumen akhir,” kata Stephanie.

Pada Fi Asia 2026, Cargill memperlihatkan sejumlah contoh penerapan bahan tersebut pada berbagai kategori makanan dan minuman. Untuk pemanis, misalnya, perusahaan menampilkan formulasi untuk produk minuman dan susu dengan kadar gula lebih rendah. Sementara pada kategori tekstur, solusi pati ditampilkan melalui aplikasi pada keju, roti, biskuit, serta saus.

Untuk kategori kakao dan cokelat, Cargill memanfaatkan fasilitas pengolahan kakao di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas tersebut memproduksi berbagai turunan kakao sekaligus didukung Cocoa Development Centre untuk membantu pengembangan formulasi dengan karakter rasa, warna, dan sensori yang berbeda.

Cargill juga menghubungkan pengembangan bahan pangan dengan kebutuhan rantai pasok. Di Indonesia, perusahaan memiliki fasilitas pengolahan kakao di Gresik, produksi pati dan turunannya di Pandaan, serta fasilitas pengolahan poultry di Boyolali.

Stephanie menegaskan, tantangan industri pangan saat ini juga datang dari berbagai gangguan pada sistem pangan, mulai dari volatilitas logistik, ketersediaan bahan baku, fragmentasi perdagangan hingga perubahan iklim. Kondisi tersebut membuat rantai pasok yang dapat diandalkan menjadi semakin penting bagi produsen,

“Di tengah perubahan tersebut, inovasi bahan pangan menjadi bagian dari upaya industri untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen. Bagi produsen makanan dan minuman, tantangannya bukan hanya menciptakan produk baru, tetapi memastikan bahan, formulasi, rasa, tekstur, harga, dan ketersediaan produk dapat berjalan secara bersamaan,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: bahan panganCargillFood IngredientsFood Ingredients Asia 2026Formulasi Makananindustri makanan dan minumaninovasi panganTren Konsumen
Previous Post

Salesforce Perkenalkan AIforce, Bawa Data dan Alur Kerja Bisnis ke Berbagai Platform AI

Next Post

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

Related Posts

inovasi mahasiswa UPH
Innovation

Mahasiswa UPH Sulap Limbah Lele Jadi Cookies dan Keripik, Dorong Konsep Zero Waste

11 September 2026
0
Brand Experience Gen Z
Industry

Di Tengah Gempuran Dunia Digital, Brand Experience Jadi Cara Baru Rebut Hati Gen Z

22 Juli 2026
0
LazMall
Digital Business

Konsumen Makin Selektif, Penjualan Produk Asli di LazMall Naik 5 Kali Lipat

15 Juni 2026
0
Load More
Next Post
CoreWeave Obligasi

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

Discussion about this post

Recent Updates

CoreWeave Obligasi

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

18 September 2026
industri pangan

Selera Konsumen Berubah, Industri Pangan Perlu Berinovasi dari Bahan hingga Formulasi

18 September 2026
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia

Salesforce Perkenalkan AIforce, Bawa Data dan Alur Kerja Bisnis ke Berbagai Platform AI

18 September 2026
Mimin Ekspansi Filipina Kemitraan TechShake

Startup Mimin Ekspansi ke Filipina Lewat Kemitraan Afiliasi Bersama TechShake

18 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
CoreWeave Obligasi

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

18 September 2026
industri pangan

Selera Konsumen Berubah, Industri Pangan Perlu Berinovasi dari Bahan hingga Formulasi

18 September 2026
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia

Salesforce Perkenalkan AIforce, Bawa Data dan Alur Kerja Bisnis ke Berbagai Platform AI

18 September 2026
Mimin Ekspansi Filipina Kemitraan TechShake

Startup Mimin Ekspansi ke Filipina Lewat Kemitraan Afiliasi Bersama TechShake

18 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version