Senin, 28 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

WeChat Perkuat Aplikasi Video Pendek

26 Januari 2021
in News
Reading Time: 1 min read
BCA Buka Akses Untuk Alipay & WeChat Pay Bertransaksi di Indonesia

Aplikasi dompet digital WeChat Pay. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pengembang WeChat pun memperkuat aplikasi video pendek. Pendiri WeChat Allen Zhang mengatakan, masa depan layanan aplikasinya ada pada video pendek.

“Ekspresi video akan menjadi tema utama dalam 10 tahun pembuatan konten ke depan,” kata Zhang dikutip dari South China Morning Post baru-baru ini.

Berdasarkan laporan China Netcasting Services Association, jumlah pengguna layanan video pendek di Tiongkok mencapai 818 juta per Juni 2020. TikTok versi Tiongkok, Douyin dan Kuaishou yang didukung oleh Tencent mendominasi pasar. Douyin memiliki 600 juta pengguna aktif harian atau daily Active user (DAU), sementara Kuaishou 305 juta.

WeChat sudah meluncurkan fitur video pendek di aplikasi bernama Channels. Namun, fitur yang diluncurkan pada tahun lalu itu baru tahap uji beta.

Perusahaan terus mengembangkan fitur tersebut dan bersaing ketat dengan TikTok. Zhang berfokus memperkuat layanan video pendek, karena potensinya sangat besar. Selama lima tahun terakhir, jumlah kiriman video harian di aplikasi WeChat meningkat 33 kali lipat. Sedangkan jumlah unggahan video di fitur Channels naik sepuluh kali lipat.

Selain video pendek, WeChat bakal menyasar pasar siaran langsung. “Di masa depan, live streaming akan menjadi cara orang mengekspresikan diri,” ujar Zhang.

Saat ini, WeChat belum memiliki layanan tersebut. Namun Zhang menyampaikan bahwa fitur ini akan hadir dalam pembaruan aplikasi berikutnya. Riset Media Research menunjukkan, fitur live streaming bisa mendorong transaksi hingga 433 miliar yuan atau sekitar Rp 885 triliun pada 2019. Tahun lalu, pendapatan e-commerce dari fitur ini mencapai 961 miliar yuan atau Rp 1.973 triliun, terutama didukung pandemi corona.

WeChat memperkuat lini bisnis dan menyasar pasar potensial baru di saat TikTok merambah fintech pembayaran lewat Douyin Pay. Layanan baru TikTok ini akan bersaing dengan WeChat Pay. Berdasarkan riset Analysys, WeChat Pay menguasai 39% pangsa pasar dan Alipay 54%.

 

STEVY WIDIA

Tags: channelslayanan video pendekTikTokWeChat
Previous Post

AnyMind Group mengakuisisi Perusahaan Lintas Batas di Jepang

Next Post

M. Deni Firdaus : Permudah Masyarakat Mencari dan Berdonor Darah

Related Posts

Kemkomdigi Denda PP TUNAS Pelindungan Anak
Industry

Kemkomdigi Rumuskan Denda Sanksi PP TUNAS: Platform Global Terancam 6% Pendapatan

15 September 2026
0
Platform Digital
Technology

Sudah 28 Juta Akun Anak Indonesia Diturunkan dari Platform Digital

15 September 2026
0
kreator TikTok
Digital Business

Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Jaga Lingkungan, Budaya, hingga UMKM

19 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
M. Deni Firdaus : Permudah Masyarakat Mencari dan Berdonor Darah

M. Deni Firdaus : Permudah Masyarakat Mencari dan Berdonor Darah

OVO invest

Ovo dan Bareksa Ajak Milenial Untuk Berinvestasi di Reksadana Dengan Mudah

SnackVideo Hadirkan Program Baru Bersama Rey Mbayang dan Dinda Hauw

SnackVideo Hadirkan Program Baru Bersama Rey Mbayang dan Dinda Hauw

Discussion about this post

Recent Updates

Alibaba Cloud solusi AI

Alibaba Cloud Perluas Pusat Data Global dan Luncurkan Solusi AI Terbaru

28 September 2026
Tedo Ziraga dkk Matchmade

Tedo Ezmu Ziraga dkk: Kembangkan MatchMade untuk Rekonsiliasi Keuangan di Era AI

28 September 2026
Akun Kripto

Tembus 22,9 Juta Akun, Industri Kripto dan Inovasi Aset Digital Dorong Ekonomi Nasional

26 September 2026
Laporan Family Office Citi Wealth 2026

Citi Wealth: Family Office Asia Pasifik Catat Imbal Hasil Tertinggi dan Paling Proaktif Adopsi AI

26 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Alibaba Cloud solusi AI

Alibaba Cloud Perluas Pusat Data Global dan Luncurkan Solusi AI Terbaru

28 September 2026
Tedo Ziraga dkk Matchmade

Tedo Ezmu Ziraga dkk: Kembangkan MatchMade untuk Rekonsiliasi Keuangan di Era AI

28 September 2026
Akun Kripto

Tembus 22,9 Juta Akun, Industri Kripto dan Inovasi Aset Digital Dorong Ekonomi Nasional

26 September 2026
Laporan Family Office Citi Wealth 2026

Citi Wealth: Family Office Asia Pasifik Catat Imbal Hasil Tertinggi dan Paling Proaktif Adopsi AI

26 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version