Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Startup & Entrepreneurship

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
in Startup & Entrepreneurship
Reading Time: 4 mins read
pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup (Foto: ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Industri teknologi finansial (FinTech) atau yang juga dikenal sebagai BFSI Tech terus menjadi salah satu motor penggerak utama digitalisasi ekonomi di Indonesia. Berdasarkan data intelijen pasar terintegrasi Tracxn, sektor tekfin tanah air kini menaungi sebanyak 1,96 ribu perusahaan rintisan (startup).

Dari total lanskap tersebut, sebanyak 326 perusahaan berstatus funded companies yang secara kolektif telah berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$6,61 miliar (sekitar Rp108 triliun) dari sektor venture capital dan private equity. Sebanyak 128 startup di antaranya telah sukses melangkah ke pendanaan tahap Seri A ke atas (Series A+), sementara 6 perusahaan berhasil mengamankan status sebagai unicorn.

Dalam perjalanannya selama 10 tahun terakhir, Indonesia mencatatkan rata-rata peluncuran 134 perusahaan fintech baru setiap tahunnya, dengan puncak pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 melalui peluncuran 276 startup.

“Menariknya, sejumlah startup papan atas ini didirikan oleh para alumni universitas global terkemuka, seperti National University of Singapore (NUS), Harvard University, dan Harvard Business School,” ungkap Tracxn, dikutip Senin (26/6/2026).

Daftar Startup Fintech Teratas di Indonesia

Berdasarkan penilaian performa komprehensif menggunakan Tracxn Score, terdapat lima startup fintech terkemuka yang mendominasi pasar Indonesia saat ini. Posisi pertama ditempati oleh Xendit dengan skor 83/100, yang berada di peringkat 2 dari 446 kompetitor. Platform pembayaran digital dan transfer uang B2B yang didirikan di Jakarta pada tahun 2015 ini melayani commerce startup hingga perusahaan besar melalui berbagai kanal seperti virtual account, kartu kredit, e-wallet, hingga gerai ritel, serta telah mengamankan pendanaan Seri D senilai US$533 juta dari investor global seperti Accel dan Insight Partners.

Selanjutnya, Pintu berada di peringkat 7 dari 4.209 kompetitor dengan raihan skor 75/100. Beroperasi sejak tahun 2016 di Jakarta, platform berbasis aplikasi seluler ini memfasilitasi penyimpanan, pembelian, dan penjualan aset digital serta kripto lewat dompet digital terintegrasi, dengan dukungan pendanaan Seri B mencapai US$154 juta dari Pantera Capital dan Coinbase.

Menyusul di posisi berikutnya adalah Akulaku dengan skor 74/100 yang menempati peringkat 12 dari 474 kompetitor. Startup yang berdiri pada 2014 di Jakarta ini bertindak sebagai marketplace penyedia layanan pembiayaan di titik penjualan (point of sale financing) atau paylater untuk komoditas gawai, laptop, hingga peralatan rumah tangga, serta mengantongi akumulasi pendanaan Seri E sebesar US$430 juta dari Eight Roads Ventures dan Square Peg Ventures.

Sementara itu, AwanTunai sukses menduduki peringkat 1 dari 9 kompetitor dengan skor 71/100. Didirikan pada tahun 2017 di Jakarta, perusahaan ini fokus pada digitalisasi rantai pasok (supply chain) berbasis sistem ERP yang dilengkapi fitur pembiayaan inventaris bagi pemasok tradisional serta pelaku usaha mikro (micro-merchant), yang sejauh ini telah mengumpulkan pendanaan Seri B senilai US$55,8 juta dari AMTD Group dan Insignia Ventures Partners.

Menutup daftar lima besar, Investree yang juga meraih skor 71/100 berada di peringkat 2 dari 11 kompetitor. Berdiri sejak tahun 2015 di Jakarta, platform pinjaman P2P (peer-to-peer lending) online ini menghubungkan secara langsung pelaku usaha selaku peminjam dengan para pemberi dana (lender), dan kini berada di tahap Seri D dengan total kucuran dana mencapai US$254 juta dari investor institusi terkemuka seperti MUFG dan SBI Group.

Dinamika Pasar Modal dan Tren Konsolidasi Industri

Secara historis, perputaran modal terbesar di sektor fintech Indonesia terjadi pada tahun 2022 dengan raihan total pendanaan melampaui US$2,25 miliar. Perubahan iklim investasi (tech winter) kemudian mulai terasa di mana hingga periode Oktober 2025, perusahaan fintech lokal hanya membukukan pendanaan ekuitas sebesar US$35,4 juta di 12 putaran. Angka ini mencatatkan penurunan tajam sebesar 82,92% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sukses mengantongi US$207 juta dari 24 putaran.

Meski pendanaan melambat, beberapa putaran pendanaan penting belakangan ini tetap bergulir bagi sejumlah startup, seperti Honest, PasarPolis, Bang Jamin, OY!, dan Triv. Dalam peta kompetisi modal, Plug and Play Tech Center keluar sebagai investor teraktif berdasarkan jumlah perusahaan yang diinvestasikan, mendampingi jajaran investor papan atas lainnya seperti Quona, East Ventures, General Atlantic, dan Finch Capital.

Untuk aktivitas konsolidasi korporasi, tercatat ada 2 aksi akuisisi hingga Desember 2025 (berbanding 3 akuisisi di 2024), dengan beberapa transaksi strategis terbaru meliputi Skye Sab Indonesia, GajiGesa, IDEAL, AyoPajak, dan Lifepal. Sementara di jalur pasar modal, tercatat ada 1 aksi IPO sepanjang tahun 2025, melengkapi daftar emiten teknologi finansial nasional seperti Superbank, Digiasia, Aladin Bank, Krom, dan Hensel Davest Indonesia. (*AMBS)

 

Tags: AkuLakufintech indonesiaInvestasi BFSI TechPINTUstartupXendit
Previous Post

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

Related Posts

Pasar Kripto Indonesia
Features

Dua Peta Perang di Satu Pasar: Anatomi Crypto Exchange Indonesia 2026

24 Juni 2026
0
Perplexity AI
Startup & Entrepreneurship

Perplexity Raih Pendanaan Baru US$200 Juta untuk Garap Browser AI ‘Comet’, Valuasi Tembus US$20 Miliar

9 Juni 2026
0
DANA berantas transaksi ilegal
Digital Business

Berantas Judi Online dan Transaksi Ilegal, DANA Perketat Pengawasan Berbasis Risiko

2 Juni 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
fintech MEKAR

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

29 Juni 2026
Universitas Amikom Yogyakarta

Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif, Universitas Amikom Yogyakarta Luncurkan ACEP

29 Juni 2026
Modus Phishing Kripto Social Engineering

Kuasai 63% Kasus, Modus Phishing dan Social Engineering Intai Pengguna Kripto

29 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
pendanaan Fintech

Kantongi Investasi US$6,61 Miliar, Sektor Fintech Indonesia Kini Diperkuat 1,96 Ribu Startup

29 Juni 2026
fintech MEKAR

Fokus Sektor Riil, Fintech MEKAR Hadirkan Solusi Pembiayaan Berkelanjutan Berbasis Ekosistem

29 Juni 2026
Universitas Amikom Yogyakarta

Integrasikan Pendidikan dan Industri Kreatif, Universitas Amikom Yogyakarta Luncurkan ACEP

29 Juni 2026
Modus Phishing Kripto Social Engineering

Kuasai 63% Kasus, Modus Phishing dan Social Engineering Intai Pengguna Kripto

29 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version