Rabu, 19 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Telkom University Luncurkan Inovasi Deteksi Jantung Mandiri dan Real Time

17 Desember 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Telkom University Luncurkan Inovasi Deteksi Jantung Mandiri dan Real Time

Peluncuran Arrhythmia Monitoring System Senin (16 /12/2019) di RSUD dr. Saiful Anwar, Malang. (Foto: istimewa/youngster.id)

5
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Telkom University (Tel-U) bekerjasama dengan PT Inti, meluncurkan produk inovasi, Arrhythmia Monitoring System. Alat ini merupakan perekaman jantung mandiri untuk mendeteksi Arrhythmia yang dikembangkan dengan sistem Internet of Things (IoT), sehingga dapat dilihat secara real time.

Arrhythmia Monitoring System merupakan hasil penelitian dosen dan peneliti Tel-U, Satria Mandala, Ph.D.. Melalui hibah penelitian bertajuk “Real-time Monitoring Ventricular Arrhythmians Based–on Artifial Intelligence Algorithm in Android Smartphone” yang berkolaborasi dengan Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia. Peluncuran hasil penelitian Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) ini, berlangsung Senin (16 /12/2019) di RSUD dr. Saiful Anwar, Malang.

“Produk riset ini sebagai wujud nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Dulu, ketika harus melakukan perekaman jantung, orang harus mendatangi tenaga medis atau dokter di Rumah Sakit (RS). Dengan alat ini, pasien memungkinkan untuk merekam tekanan jantung di rumah. Selain itu, dokter pun bisa mendapatkan data perekaman irama jantung secara real time. Hal ini belum pernah dilakukan alat perekam jantung yang sudah ada sebelumnya,” ungkap Prof Adiwijaya.Rektor Telkom Univeristy dalam keterangannya, Selasa (17/12/2019) di Bandung, Jawa Barat. Peluncuran ini turut disaksikan Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional, Hotmatua Daulay.

Dengan adanya Arrhythmia Monitoring System, Rektor Telkom University berharap semua layanan kesehatan jantung baik dari level primer hingga tersier mulai dari RS Pusat hingga daerah dapat terakses sehingga hasil riset ini nyata bermanfaat oleh masyarakat luas.
“Saat ini kami berusaha meningkatkan jumlah pengguna Arrhythmia Monitoring System. Jika dulu pasien harus pergi ke pusat pelayanan jantung yang lengkap, bayangan kami alat ini dapat dioperasikan hingga di level Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Jadi, setiap orang bisa mengakses layanan ini, tidak perlu jauh-jauh datang ke RS besar. Dokter pun akan lebih mudah untuk memonitor kondisi pasien secara real time, karena jika ada kelainan pada irama jantung, akan ada notification pada smartphone, jika pasien tersebut sedang mengalami gangguan,” ungkapnya.

Ada enam keunggulan yang ditawarkan Arrhythmia Monitoring System dibandingkan produk perekam jantung lainnya. Pertama, desain portabel. Kedua, hemat energi. Ketiga, efektif dan efisien karena menggunakan teknologi 4.0 IoT untuk komunikasi datanya. Selanjutnya, Mampu mendeteksi Aritmia malignant (VT/VF) secara Real time dan mengirim notifikasi (alert) ke dokter maupun pasien dan keluarganya.

Kemudian, Flexible Arrythmias monitoring (Home-based Monitoring dan Hospital Based Monitoring). Terakhir, Mampu mendeteksi Arrhythmia secara komprehensif (lebih dari satu jenis arrhythmia: PAC, PVC, AF dan VT/VF serta beberapa parameter denyut jantung seperti Heart Rate (HR), panjang RR minimal, RR maksimal, dan rata-rata RR. Pendeteksian dapat dilakukan secara on-demand. Hasil deteksinya dapat dilihat langsung setelah perekaman selesai, tidak perlu menunggu tiga hari seperti produk lain. Selain itu, Akurasi, Sensitifitas dan Spesifisitas deteksi tinggi.

“Berdasarkan hasil uji coba pada 100 pasien di RS dr. Saiful Anwar, Malang, dibandingkan dengan alat yang sudah ada, tingkat akurasi Arrhythmia Monitoring System hampir sama, mencapai 80 – 85 %,” ujar Satria.

Selain akurasi data tinggi, alat ini lebih murah harganya sehingga dapat dibilang paket komplit. “Dari segi kepraktisan dan keilmiahan ada Arrhythmia Monitoring System. Harganya pun jauh lebih murah dibandingkan alat-alat yang sudah ada sebelumnya, karena Tingkat Komposisi Dalam Negeri (TKDN)-nya hampir 100 %. Jadi, sangat dimungkinkan alat ini untuk diproduksi secara massal. Jika selama ini alat perekam jantung yang biasa digunakan impor, dengan nilai bisa mencapai Rp 80 jutaan per alat. Sementara Arrhythmia Monitoring System ini biayanya hanya sekitar Rp 7 jutaan per unit,” pungkasnya.

STEVY WIDIA

Tags: alat perekaman jantung mandiriArrhythmia Monitoring SystemMalangRSUD dr. Saiful AnwarTelkom University
Previous Post

Oreo Dukung UKM Kuliner Dalam Inovasi Kreasi Menu

Next Post

CX SUMMIT 2019 Bahagiakan Pelanggan Melalui Pengalaman Digital Terbaik

Related Posts

Traveloka SEA Index
Industry

Traveloka SEA Index 2026: Wisatawan Asia Tenggara Cenderung Pelesir Lebih Lama

18 Agustus 2026
0
HackNusa 2026
Technology

HackNusa 2026, Tantang Inovator Muda Atasi Krisis Keamanan Siber di Indonesia

20 Juli 2026
0
talenta digital Indonesia
Technology

Telkom dan NUS Berkolaborasi Cetak Talenta Digital Indonesia Lewat AI dan Riset

11 Juli 2026
0
Load More
Next Post
CX SUMMIT 2019  Bahagiakan Pelanggan Melalui Pengalaman Digital Terbaik

CX SUMMIT 2019 Bahagiakan Pelanggan Melalui Pengalaman Digital Terbaik

Operator Terus Manjakan Penggemar Mobile Gaming

Operator Terus Manjakan Penggemar Mobile Gaming

Festival Gerakan Warung Nasional: Majukan Ekosistem Warung

DanaTara Produk Pembiayaan untuk UMKM dari OVO

Discussion about this post

Recent Updates

SIRCLO ekonomi digital Indonesia 2030

Sambut 2030, SIRCLO Petakan Empat Pilar Penggerak Ekonomi Digital Indonesia

19 Agustus 2026
Coding Camp 2026 DBS Foundation Dicoding

Dukung Ekonomi Digital, Coding Camp 2026 Meluluskan Lebih dari 3.000 Talenta Muda

19 Agustus 2026
Pemuda.ai Prominence

Perkuat Ekosistem AI Nasional, Prominence Hadirkan Pemuda.ai

19 Agustus 2026
CARRO pivot mobil baru

Incar Profitabilitas, CARRO Pivot ke Penjualan Mobil Baru asal Tiongkok di Indonesia

19 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
SIRCLO ekonomi digital Indonesia 2030

Sambut 2030, SIRCLO Petakan Empat Pilar Penggerak Ekonomi Digital Indonesia

19 Agustus 2026
Coding Camp 2026 DBS Foundation Dicoding

Dukung Ekonomi Digital, Coding Camp 2026 Meluluskan Lebih dari 3.000 Talenta Muda

19 Agustus 2026
Pemuda.ai Prominence

Perkuat Ekosistem AI Nasional, Prominence Hadirkan Pemuda.ai

19 Agustus 2026
CARRO pivot mobil baru

Incar Profitabilitas, CARRO Pivot ke Penjualan Mobil Baru asal Tiongkok di Indonesia

19 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version