Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

NTT DATA: Industri Insurtech Global Terancam Lonjakan Kerugian Siber US$700 Miliar

17 Juni 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
startup insurtech

NTT DATA: Industri Insurtech Global Terancam Lonjakan Kerugian Siber US$700 Miliar (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Industri teknologi asuransi (insurtech) dan perasuransian global kini menghadapi titik balik kritis akibat ancaman risiko baru yang bergerak semakin cepat. Laporan terbaru NTT DATA bertajuk Insurtech Global Outlook 2026 memperingatkan adanya lonjakan drastis pada kerugian tanpa asuransi (uninsured losses) serta tuntutan kewajiban (liability claims) yang mengancam stabilitas sektor ini.

Ancaman terbesar yang menempati urutan teratas saat ini datang dari sektor keamanan siber (cybersecurity). NTT DATA memproyeksikan kerugian akibat serangan siber yang tidak terproteksi asuransi akan meroket tajam dari US$171 miliar pada 2023 menjadi lebih dari US$700 miliar (sekitar Rp11.375 triliun) pada tahun 2030.

Selain bom waktu dari sektor siber, laporan tersebut mencatat industri insurtech juga harus menghadapi volatilitas tinggi dari dua ancaman eksternal lainnya. Pertama, Kerugian Akibat Iklim: Bencana cuaca ekstrem, banjir, dan kebakaran hutan hebat yang tidak ter-cover asuransi kini menembus total US$180 miliar (sekitar Rp2.925 triliun). Kedua, Lonjakan Klaim Kewajiban: Tuntutan hukum (liability claims) komersial merangkak naik hingga 57%.

“Di tengah kepungan risiko eksternal tersebut, industri insurtech sebenarnya memiliki peluang memangkas biaya operasional hingga 35% lewat otomatisasi berbasis AI-native dan agentic AI,” ucap NTT DATA, dikutip Rabu (17/6/2026).

Namun, ancaman internal berupa kelambatan adopsi teknologi justru menjadi batu sandungan (bottleneck). Meski 66% tenaga kerja asuransi sudah menggunakan alat bantu AI, baru 22% perusahaan yang berhasil menerapkan AI ke tahap produksi. Hambatan ini dipicu oleh masalah tata kelola (governance), krisis kepercayaan data, serta model operasional usang yang belum siap menyerap ekosistem kecerdasan buatan.

Untuk mengantisipasi ancaman yang kian kompleks, laporan NTT DATA merumuskan empat langkah taktis bagi para pelaku Insurtech. Pertama, Transformasi Proaktif Melawan Risiko: Mengubah model bisnis dari sekadar membayar klaim setelah kejadian (reactive payouts) menjadi pencegahan dan deteksi risiko dini menggunakan simulasi data dan AI.

Kedua, Penerapan ‘Responsible AI’: Memitigasi risiko kegagalan sistem AI dengan membangun aspek kepatuhan, akuntabilitas manusia, dan transparansi sejak awal operasional. Ketiga, Fokus pada Perlindungan Preventif: Merespons tren pasar di mana 67% penyedia kerja mulai meningkatkan anggaran untuk asuransi yang mengedepankan pencegahan risiko (prevention-first).

Keempat, Ekspansi Lewat ‘Embedded Insurance’: Mengurangi risiko pasar melalui kolaborasi ekosistem digital terbuka (open standards), di mana ceruk pasar asuransi tertanam (embedded insurance) telah sukses menembus US$116 miliar pada akhir 2025.

“Industri asuransi dan insurtech sedang mengalami pergeseran struktural yang masif di tengah ketidakpastian pasar. Ini adalah alarm keras, namun juga peluang bagi perusahaan untuk segera beralih ke solusi berbasis AI demi memperkuat tata kelola dan ketahanan bisnis,” tegas Bruno Abril, Global Head of Insurance, NTT DATA, Inc, dikutip Rabu (17/6/2026).

Di sisi lain, laporan ini menangkap tren unik di mana gejolak pasar ini justru memicu tingginya aktivitas pasar modal. IPO asuransi di Amerika Serikat menyentuh level tertinggi dalam 20 tahun terakhir, dengan pendanaan utang (debt financing) startup insurtech menembus US$9,5 miliar demi mempertahankan modal di tengah tingginya risiko industri. (*AMBS)

 

Tags: Artificial Intelligenceinsurtechkeamanan siberKerugian AsuransiNTT DATARisiko Iklimstartup insurtechTantangan Bisnis
Previous Post

Layanan Keuangan Digital Semakin Populer, Literasi Keuangan Anak Muda Perlu Diperkuat

Next Post

Atasi Celah Siber, ITSEC Asia Luncurkan Bronyx Platform Penetration Testing Berbasis AI

Related Posts

ITSEC Asia - Bronyx
Technology

Atasi Celah Siber, ITSEC Asia Luncurkan Bronyx Platform Penetration Testing Berbasis AI

17 Juni 2026
0
jenama
Technology

Bukan Lagi Sekadar Chatbot, Era AI Agent Mulai Ubah Cara Orang Bekerja

15 Juni 2026
0
NTT DATA x Google Cloud
Technology

NTT DATA dan Google Cloud Perluas Kolaborasi, Targetkan 5.000 Ahli Gemini Enterprise

13 Juni 2026
0
Load More
Next Post
ITSEC Asia - Bronyx

Atasi Celah Siber, ITSEC Asia Luncurkan Bronyx Platform Penetration Testing Berbasis AI

Reyno Anggoro - Bebaz Inc

Besut Bebaz Inc, Reyno Anggoro Kawinkan Dunia Teknologi dan Kreatif Urban

Privy Digital ID

Atasi Penipuan Identitas, Privy Luncurkan Layanan 'Digital ID' untuk Onboarding Cepat dan Aman

Discussion about this post

Recent Updates

Privy Digital ID

Atasi Penipuan Identitas, Privy Luncurkan Layanan ‘Digital ID’ untuk Onboarding Cepat dan Aman

17 Juni 2026
Reyno Anggoro - Bebaz Inc

Besut Bebaz Inc, Reyno Anggoro Kawinkan Dunia Teknologi dan Kreatif Urban

17 Juni 2026
ITSEC Asia - Bronyx

Atasi Celah Siber, ITSEC Asia Luncurkan Bronyx Platform Penetration Testing Berbasis AI

17 Juni 2026
startup insurtech

NTT DATA: Industri Insurtech Global Terancam Lonjakan Kerugian Siber US$700 Miliar

17 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Privy Digital ID

Atasi Penipuan Identitas, Privy Luncurkan Layanan ‘Digital ID’ untuk Onboarding Cepat dan Aman

17 Juni 2026
Reyno Anggoro - Bebaz Inc

Besut Bebaz Inc, Reyno Anggoro Kawinkan Dunia Teknologi dan Kreatif Urban

17 Juni 2026
ITSEC Asia - Bronyx

Atasi Celah Siber, ITSEC Asia Luncurkan Bronyx Platform Penetration Testing Berbasis AI

17 Juni 2026
startup insurtech

NTT DATA: Industri Insurtech Global Terancam Lonjakan Kerugian Siber US$700 Miliar

17 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version